Laporan : Nana Cakrana

PURWAKARTA, metropuncaknews.com – Yusup Saepuloh, S.Pd dipilih secara aklamasi menjadi Ketua Forum Silaturahmi Sunda Sahate (Sisuha). Yusup terpilih pada acara pengukuhan pengurus Forum Sisuha yang diselenggarakan di Sekretariat Forum Sisuha, Cluster Grand-K Blok A1, Kampung Karangsari RT 09/02, Desa Citalang, Kecamatan Purwakarta, Minggu (2/8) malam.

Hadir dalam acara itu antara lain, Pembina Forum Sisuha Abah Sony, Ketua Paguron Jalak Banten Nusantara (PJBN) Kabupaten Purwakarta, R. Adang Rukmayadi didampingi Sekretaris PJBN, Aep S. Pribadi, Presiden Republik Liwet, Yose,  pengurus dan anggota Forum Sisuha, sèrta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam sambutan pertamanya, Yusup Saepuloh yang juga menjabat Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Sekolah Dasar Kabupaten Purwakarta ini, mengatakan, berdirinya Forum Sisuha bukan bermaksud mengkotak-kotakkan suku atau ras. Melainkan bertujuan untuk mempersatukan umat. Khususnya yang memiliki kesamaan visi dan misi. “ Forum Sisuha hanyalah wadah organisasi, yang ibarat kaleng biskuit, isinya beraneka ragam,” ujarnya.

Bagi Yusup, menjadi ketua sebenarnya merupakan sebuah musibah. Karena harus bertanggung jawab di dunia dan akhirat. “ Supaya tidak benar-benar menjadi musibah, maka saya sangat memerlukan dukungan semua pihak untuk memajukan Forum Sisuha ini sesuai visi dan misinya,” tukasnya.

Diminta tanggapannya, Ketua PJBN Kabupaten Purwakarta, R. Adang Rukmayadi berharap, dalam kiprahnya ke depan Forum Sisuha bisa berkolaborasi dengan PJBN. Ia juga mendoakan agar Forum Sisuha semakin bersinar dan berkembang di Purwakarta khususnya dan Jawa Barat umumnya. “ Semoga Forum Sisuha semakin menunjukkan eksistensinya di tengah-tengah masyarakat, terutama dalam menjaga kelestarian budaya Sunda,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Pembina sekaligus penggagas berdirinya Forum Sisuha, Abah Sony menegaskan, maksud dan tujuan didirikannya Forum Sisuha ingin mengangkat derajat dan martabat orang Sunda, agar bisa ‘manggung’di daerah sendiri.

“ Manggung di sini jangan diartikan sempit, yang seolah ingin meraih sesuatu atau kedudukan tertentu. Namun, dititikberatkan sebagai komunitas yang memiliki jiwa sosial tinggi, baik antar sesama anggota maupun terhadap orang di luar Forum Sisuha,” terang Abah Sony yang juga menjabat Ketua Purwakarta Corruption Watch ini mengakhiri.

Acara puncak pada malam itu ditutup dengan ramah tamah, sambil menikmati nasi liwet, salah satu tradisi yang akan dilestarikan oleh Forum Sisuha.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here