Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Sebanyak 86 orang Ikhwan dan Akhwat  Yayasan Rumah Tahfidz Masyruriyah Ciranjang, Jalan Much Ali, Kampung Sukasari RT 03 /16, Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Senin (26/4/2021) mengikuti Pesantren Kilat (Sanlat). Kegiatan tersebut digelar pihak Yayasan Rumah Tahfidz Masyruriyah Ciranjang.

Sanlat tersebut mengusung tema, ” Membangun Kemandirian Dengan Alquran,”. Kegiatan Sanlat tersebut dibuka langsung Ketua MUI Kecamatan Ciranjang dan dihadiri Kepala Desa, pengurus Yayasan dan para tokoh masyarakat Desa Ciranjang.

Ketua MI Kecamatan Ciranjang, KH. Acep Nu’man menjelaskan, dengan dilaksanakannya Sanlat dipertengahan bulan Suci Ramadhan, pihaknya sangat mengapresiasi. Karena hal tersebut merupakan kegiatan  positif yang mengarah pada kecerdasan ikhwan dan akhwat atau yang lajim disebut santri dan santriwati.

Selain itu, pihaknya mengucapkan terima kasih pada pihak panitia pelaksana kegiatan Sanlat dan pada pihak Yayasan Rumah Tahfidz Ciranjang. Karena telah peduli terhadap mengembangkan Islam, khususnya dalam cara membaca Alquran dengan baik dan benar.

Selain itu diharapkan pada seluruh tenaga pengajar, bahwa Alquran merupakan kalimat – kalimat toyibah atau ucapan Allah Swt. Hingga dalam cara membaca huruf demi hurufnya hasus pasehah. Juga cara menyimpannya pun Alquran harus benar. “ Harus paling atas dan diatas Alquran tidak boleh menyimpan benda lainnya selain Alquran lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua panitia Sanlat Ahmad Fuadi menambahkan, Sanlat tersebut dimulai pada pertengahan bulan suci ramadhan dan diikuti sebanyak 86 orang peserta. Mereka terdiri dari ikhwan dan akhwat dari mulai tingkat SD, SMP dan SLTA. Sanlat tersebut, akan dilaksanakan selama 10 hari dan itu merupakan program tahunan Yayasan Rumah Tahfidz Ciranjang.

“ Dipertengahan bulan suci ramadhan, tiada lain untuk memicu semangat Ikhwan dan Akhwat dalam melaksankan ibadah berpuasa, karena mulai dari pertengahan puasa sampai akhir, itu merupakan waktu yang rentan untuk tidak melaksankan berpuasa,” ucapnya.

Selain itu sambungnya, diberi nama Ikhwan dan Akhwat, itu untuk mengenali sejarah islam. Karena Ikhwan dan Akhwat merupakan para pejuang Islam tempo dulu yang telah sukses membawa Islam ditengah masyarakat Mekah dan Madimah. “ Hingga sampai ke Indonesia,” ujarnya menegaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here