Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Yayasan Ruhang Jiwa Insani yang mengobati Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), terpaksa memulangan belasan ODGJ yang tengah dirawatnya. Pasalnya, pemilik rumah yang dijadikan tempat rawat ODGJ di Kampung  Andir Desa Cibiuk Kecamatan Ciranjang Cianjur, mendadak minta tempat tersebut dikosongkan. Karena itu, mau tak mau, pihak yayasan mengosongkannya dan memulangkan belasan ODGJ ke keluarganya masing-masing.

Ketua Yayasan Ruhang Iiwa Insani, Rukman (50) menjelaskan, pihaknya menghuni rumah tua yang dijadikan tempat penampungan dan pengobatan ODGJ baru beberapa bulan saja. Pihak yayasan menempati rumah tersebut bukan kontrak juga bukan sewa. Tapi pemilik mempersilahkannya untuk dihuni dan diurus. Karena telah belasan tahun tidak dihuni siapapun, hingga terkesan rumahjadi hantu.

Setelah dihuni dan diurus serta dijadikan tempat pengobatan ODGJ selama beberapa bulan. Pemiliknya mendadak minta rumah tersebut segera dikosongkan. Alasannya, akan dihuni keluarganya.

Karuan saja, pihak yayasan merasa kaget. Karena di rumah tersebut masih ada belasan ODGJ yang sedang dirawat dan belum sembuh total. Namun apa daya, dengan terpaksa pihak yayasan memulangkan belasan ODGJ ke keluarganya. Karena pihak yayasan belum dapat rumah kontrakan yang baru.

“ Untuk memulang pasien ODGJ ke keluarganya masing – maring itu tidak cukup satu hari, karena banyak yang alamat rumah keluarganya cukup jauh, seperti ke Bekasi, Bogor, Bandung  Sukabumi dan yang paling dekat warga Kabupaten Cianjur,” ucap Rukman.

Sementara itu, salah seorang pengamat pembangunan Kabupaten Cianjur, Endan R Safari mengatakan, tempat penampungan dan pengobatan ODGJ itu minta dikosongkan, karena adanya permintaan dari masyarakat sekitar. Nampaknya, warga tidak menerima adanya tempat pengobatan ODGJ. Karena takut adanya efek negatif terhadap warga yang ada disekitat lingkungan tersebut.

Endan menyebutkan, para relawan yang mengobati ODGJ, itu cukup baik. Namun hingga kini belum ada yang peduli. Termasuk dari pihak pemerintah itu sendiri.

Menurut Endan, seharusnya pihak pemerintah secara proaktif mendukung para relawan pengobatan jiwa. Seperti Yayasan Ruhang Jiwa Insani. Selain belum memiliki bangunan untuk penampungan ODGJ juga banyak kesulitan yang lainnya. Terutama kesulitan dana untuk membeli obat pasien ODGJ.

“ Kami berharap, pihak  Pemprov Jabar, Pemkab Cianjur dan pada pihak dermawan dapat membantu Yayasan Ruhang Jiwa Insani, agar mereka dapat melanjutkan kiprahnya mengobati dan merawat ODGJ di Cianjur,” ujar Endan, pada awak media, Selasa (13/05).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here