Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Seorang petugas PU Bina Marga Provinsi Jawa Barat wilayah UPTD 1 Cianjur, terpaksa dipegangi petugas kepolisian Polsek Sukanagara. Alasan kenapa sampai harus dipegangi anggota Kepolisian, lantaran yang bersangkutan meronta-ronta takut divaksin Astrazeneca.

Diketahui, pelaksanaan vaksinasi tersebut berlangsung di mess PU Caringin, Desa Sukarame, Kecamatan Sukanagara, Cianjur selatan Jawa Barat, Jumat (27/08/2021) kemarin.

Adapun kegiatan pelaksanaan vaksinasi itu, diselenggarakan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa barat UPTD 1 Cianjur.

Hal tersebut terungkap kenapa sampai meronta-ronta, karena yang bersangkutan masih trauma dengan jarum suntik. Dia mengaku pernah di suntik tapi sakit karena suntikan itu lama hilangnya.

” Saya masih trauma, beberapa tahun yang lalu pernah disuntik dan mengalami sakit yang lama. Sehingga dari sejak itulah kalau sakitpun tidak pernah disuntik lagi,” aku Badru Salam petugas PU Bina Marga Provinsi Jawa Barat wilayah UPTD 1 Cianjur, Sabtu (28/08/2021).

Dia melanjutkan, karena vaksinasi sangat penting, maka dia memberanikan diri untuk mengikuti vaksinasi tersebut. “Awalnya memang sempat ragu dan ketakutan. Namun karena dipegangi oleh anggota polisi akhirnya divaksin juga dan alhamdulillah tidak ada gejala apa apa,” tambahnya.

Berharap Pandemi Cepat Berlalu

Kepala UPTD 1 Cianjur PU Bina Marga Provinsi Jawa Barat Cyrillus Yudha Tamtama mengatakan, vaksinasi yang dilaksanakan itu sebanyak 180 vaksin. Sementara jumlah seluruh karyawan yang ada di UPTD 1 Cianjur mencapai 400 personil. Mereka itu merupakan petugas lapangan pemeliharaan jalan dan jembatan provinsi.

” Pelaksanaan kegiatan vaksinasi ini merupakan kegiatan yang ketiga kali. Seandainya kegiatan saat ini bisa berjalan lancar, berarti target tercapai secara seratus persen,” katanya.

Cyrillus berharap, dalam pelaksanaan vaksinasi  ini tidak diberikan juga pada keluarga petugas saja. Tetapi semua anggota keluarga juga ikut divakssin. ” Ya, semua orang pastinya menginginkan pandemi ini bisa segera berakhir, supaya semua aspek kehidupan kembali berjalan normal,” ujarnya penuh harap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here