Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Intensitas hujan yang tinggi mengancam pelosok Kabupaten Cianjur Jawa Barat. Terutama di wilayah Cianjur Selatan (Cisel).  Terbukti dengan banyaknya terjadi bencana di Cianjur Selatan. Seperti longsor dan pergerakan tanah hingga jebolnya irigasi. Karena itu, masyarakat yang berada di wilayah Cisel, diimbau untuk selalu waspada.

Selain terjadinya longsor di Naringgul, Minggu (12/01) kemarin, ada juga laporan pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Bojongkasih Desa Sindangsari dan di Kampung Cibolang Desa Wargaasih Kecamatan Kadupandak Cianjur Jawa Barat.

Akibat pergerakan tanah itu, dilaporkan jalan desa sepanjang 100 meter amblas sedalam satu meter. Hal itu jelas membuat kendaraan tidak bisa melaluinya. Selain itu juga sebelumnya dikabarkan jebolnya irigasi yang mengakibatkan satu hektare area pesawahan terancam gagal panen dan satu rumah rusak.

Sekretaris BPBD Cianjur Irfan Sofyan mengatakan, akibat amblasnya jalan tersebut, kendaraan tidak bisa melewatinya dan masyarakat terganggu aktivitasnya.

” Akibat amblasnya jalan tersebut kendaraan tidak dapat melaluinya, selain itu juga aktivitas warga terganggu. Untuk kendaraan sementara dialihkan ke jalan alternatif melalui Desa Bojongkasih, ” katanya.

Irfan Sofyan juga memaparkan, kontur tanah di wilayah Kadupandak sebagian besar  masih sangat labil. Sehingga bisa dikatakan rawan terjadi bencana alam pergerakan tanah dan longsor. Terlebih saat ini intensitas hujan sangat tinggi.

Kekhawatiran meluasnya pergerakan tanah akibat intensitas hujan yang tinggi, pihak BPBD Cianjur, telah menyiagakan petugas dan relawan tangguh bencana. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi terjadinya bencana.

” Saat ini memang baru ada satu garis retakan, kendati demikian celahnya cukup besar dan dalam di jalan desa, mirisnya lagi area pesawahan di daerah tersebut juga bisa terancam gagal panen,” ujarnya.

Terkait terjadinya pergerakan tanah di Kadupandak, BPBD Cianjur mengimbau pada masyarakat, untuk berkoordinasi secara rinci dengan pihak terkait atau petugas dan  Relawan Tangguh Bencana. Supaya bisa dengan cepat menangani dan mengevakuasi warga yang terdampak bencana.

” Ketika pergerakan tanah terus meluas dan mengancam perkampungan, saat ini sebagian relawan sudah datang ke lokasi dan meminta warga untuk segera mengungsi, meskipun pergerakan tanah masih jauh dari perkampungan,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here