Moch. Ikhsan, Ketua PWI Perwakilan Kab. Cianjur

Laporan : Sandi/Dani

Cianjur, metropuncaknews.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)  Kabupaten Cianjur mengimbau para anggota agar menghindari kontak langsung dengan nara sumber. Jika ada keperluan untuk konfirmasi dan lainnya, cukup menghubungi melalui telepon seluler atau chat dengan memanfaatkan aplikasi perpesan.

“ Saya sebagai Ketua PWI Cianjur meminta pada anggota dalam menjalankan profesi wartawan jangan terlalu mengambil resiko, tidak ada berita sebanding nyawa,” ujar Ketua PWI Cianjur, Moch. Ikhsan pada rekan-rekan media, Selasa (24/3).

Lebih lanjut Ikhsan mengatakan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar tidak terpapar virus Corona. Yakni tidak melakukan kontak atau bersentuhan langsung dengan nara sumber. Alangkah baiknya jika melalui telepon saja.

“ Saya yakin perusahan media masing-masihg sudah memberikan kebijakan agar bekerja di rumah saja, PWI hanya memperkuat kebijakan tersebut,” katanya.

Selain kesadaran dari wartawan, juga harus dimengerti pejabat pemerintah maupun swasta. Yakni mau  melayani semua informasi dan data yang diperlukan.

“ Kami meminta pejabat pemerintah maupun swasta untuk kooperatif terhadap wartawan, jangan alergi saat dihubungi,” tegasnya.

Tidak kalah pentingnya, wartawan dalam mencari, menyusun dan mempublikasikan berita atau karya jurnalistik lainnya seperi gambar maupun suara agar tidak memunculkan kepanikan.

“ Kami mengimbau agar menulis berita yang bisa menenangkan dan mengedukasi masyarakat terkait virus Corona. Kami percaya rekan-rekan media punya fanatisme kedaerahan agar mengedapankan kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Sesuai surat edaran dari PWI Provinsi Jawa Barat, rekan-rekan jurnalis tetap berpegang teguh pada kode etik jurnalistik. Seperi pada pasal 9 dan pasal 17 huruf (h) UU No 14 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

“ Dalam pasal 9 kode etik jurnalistik wartawan wajib menghormati nara sumber untuk hak pribadinya, kecuali untuk kepentingan publik. Pada pasal 17 UU nomor 14 melarang identitas dan riwayat kesehatan seseoang dibuka ke ranah publik tanpa seijin yang bersangkutan,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here