Laporan : Lutfi Yahya

Sukabumi, metropuncaknews.com – Menyikapi persoalan tanah Eks HGU PT. Tenjojaya yang masih berlarut-larut dalam penyitaan Kejaksaan Tinggi Bandung, masyarakat Tenjojaya mendatangi Kepala Desa Tenjojaya Jamaludin Azis, Senin 6 September 2021. Kedatangan masyarakat Tenjojaya tersebut untuk meminta kepada Kepala Desa agar menjelaskan lahan Ex. HGU Tenjojaya tersebut. Supaya masyarakat mendapatkan kepastian.

Karena selama ini terkait kasus tanah Eks HGU PT. Tenjojaya diduga ada permainan oknum yang mengutamakan kepentingan pribadi tanpa mengindahkan hukum. Juga adanya dugaan pembodohan publik dari oknum yang menangani kasus Eks HGU PT. Tenjojaya tersebut.

Pada kesempatan ini masyarakat diterima langsung oleh Kepala Desa Tenjojaya Jamaludin Azis di Aula Desa Tenjojaya. Pada kesempatan itu Kepala Desa Tenjojaya menjawab pertanyaan dari masyarakat bahwa dirinya siap mendampingi masyarakat untuk berjuang agar tanah Eks HGU PT.Tenjojaya kembali ke negara dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Bahkan ditegas, Pemerintahan Desa Tenjojaya sudah menblokir pajak Bogorindo. Maksudnya Agar masyarakat mendapatkan kemudahan melawan Bogorindo.

“ Dalam permasalahan tanah Eks HGU PT. Tenjojaya saya memberi ruang dan jalan, dengan cara meminta ke DPRD untuk membantu penyelesaian sengketa lahan tersebut.  Kalau perlu sampai ke Presiden RI,” ungkap Jamaludin Azis, Senin 6 September 2021.

Secara tidak langsung Kades Tenjojaya Jamaludin Azis mengatakan, adanya jebakan yang dimainkan oleh pihak Bogorindo terhadap masyarakat pada kasus sitaan tanah Kejaksaan Negeri Bandung yang selama ini terkatung-katung. Tepatnya  sejak  04 Maret 2016 hingga saat ini tidak ada kepastaian.

“ Kita jangan terjebak, karena pihak PT. Bogorindo Cemerlang mau mengusir penggarap itu susah, kalau kita terjebak permainan mereka nanti dipakai jalan oleh pihak perusahaan untuk melemahkan penggarap. Jangan terjebak dengan memberikan peluang kepada mereka ke Kejaksaan menuntut keadilan hukum,” ujarnya menegaskan.

Kedatangan masyarakat Tenjojaya yang tergabung di KGS Lembaga Aliansi Indonesia beserta Forum Petani, selain mempertanyakan kejelasan tanah Eks HGU PT. Tenjojaya. Selain itu juga masyarakat meminta agar Pemerintahan Desa Tenjojaya bisa bekerja secara maksimal dan berharap Pemerintahan Desa Tenjojaya berpihak ke masyarakat bukan ke PT. Bogorindo Cemerlang. Karena disinyalir perpindahan HGU PT. Tenjojaya ke milik HGU Bogorindo Cemerlang diduga cacat hukum. Terbukti dengan berujung penyitaan lahan tersebut dan sertifikat oleh pihak Kejaksaan Negeri Bandung pada 04 Maret 2016.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here