Laporan : Aep/Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Belasan orang yang sedang asik judi sabung ayam di Kampung Kulur Desa Tanjungsari Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur, digerebeg warga setempat, Jumat (09 /10) pada pukul 14,00 Wib,

Lapak sabung ayam yang terbuat dari karung plastik, bekas baligho, seluruhnya dibakar massa. Tiga orang penyabung ayam beserta ayamnya diserahkan ke petugas Polsek Sukaluyu.

Salah seorang tokoh pemuda  Desa Tanjungsari yang arab disapa  Mang Ade (45) mengatakan, lapak sabung ayam di Kampung Kulur telah lama berdiri. Tiap Jumat, Sabtu dan Minggu dijadikan ajang sabung ayam. Para penyabung ayam itu datang dari berbagai daerah. Seperti dari Sukaluyu, Ciranjang, Karangtemgah, Cianjur dan tidak sedikit yang datang dari Bandung Barat.

Maka dengan adanya itu, warga setempat merasa jengkel. Karena selain gaduh juga diduga ada yang datang sambil mabuk-mabukan. Hingga warga Desa Tanjungsari merasa tergagnggu dengan adanya lapak sabung ayam tersebut. Karena itu, warga bersama para pemuda setempat, tadi sore langsung melakukan penggerebegan sabung ayam.

3 orang pelaku sabung ayam beserta ayamnya digiring ke kantor desa setempat. Kemudian diserahkan pada pihak Kepolisian Sukaluyu. Sedangkan lapak sabung ayam, keramba dan perlengkapan sabung ayam lainnya seluruhnya dibakar massa.

Ia menambahkan, pada tahun lalu para penjudi sabung ayam pernah dibubarkan  pihak Kepolisian setempat. Namun baru – baru ini,  pihak Kepolisian mau melakukan pengerebegan hasilnya selalu nihil. Hal itu diduga adanya kebocoran, hingga rencana penggerebegan diketahui para penjudi sabung ayam.

“ Kini lapak sabung ayam telah dihancurkan warga, dan para pelakunya diamankan , semoga jera dan tidak lagiyang berani melakukan perjudian sabung ayam di wilayah Desa Tanjungsari,” ucap Mang Ade.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjungsari Waldi Akbar Yacob menambahkan, tadi petang, pihaknya kedatangan warga kurang lebih 50 orang, dengan membawa 3 orang yang diduga penjudi sabung ayam beserta beberapa ekor ayam.

Selain itu masyarakat yang datang mengaku telah menggerebek para penjudi sabung ayam dan lapaknya juga dibakar massa. Karena hal itu bukan ranah desa maka seluruh warga supaya segera menyerahkannya pada pihak Kepolisian Sukaluyu berikut barang bukti dan saksi.

Waldi mengatakan, sebenarnya, pihak Desa tidak pernah menyuruh warga untuk menggerebek para penjudi sabung ayam. Mungkin itu hanya suatu kepedulian warga Desa Tanjungsari saja. Karena tiap pekan 3 kali warga setempat merasa terganggu dengan kegaduhan para penyabung ayam yang bersoraksorai dan mengeluarkan teriakan yang keras.

“ Kami berharap, dengan adanya kejadian itu, sabung ayam di wilayah Desa Tanjungsari hilang dan para penyabung ayam merasa jera,” harap Waldi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here