Pemasangan bronjong di pinggir Kali Ciranjang

Laporan : Sam As

Cianjur, metropuncaknews.com – Karena  sering terjadi banjir bandang dan meluapnya air kali Ciranjang disaat musim hujan, maka Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWS) Provinsi Jawa Barat, memasang bronjong di kiri-kanan pinggiran kali Ciranjang. Pemasangan bronjong tersebut dilaksanakan di Kampung Pasir Angin RW 13, Desa Nanggalamekar Kecamatan Ciranjang.

Tentu saja pemasangan beronjong pinggirian kali Ciranjang tersebut, disambut antusias warga setempat. Karena akan mampu menahan luapan air kali Ciranjang dan akan mampu menahan erosi tanah pekarangan dan sawah milik warga setempat.

Informasi yang dapat dihimpun di lapangan, kali Ciranjang memiliki panjang 15 KM yang  hulunya berada di daerah Kecamatan Bojongpicung dan bermuara di sungai Cisokan Kecamatan Ciranjang. Kali Ciranjang itu merupakan kali pembuang dimana saluran  Irigasi Daerah Irigasi (DI) Cihea Primer maupun sekunder meluap maka aliran airnya dibuang ke kali Ciranjang.

Karena itu  tiap musim hujan,  kali Ciranjang airnya meluap dan terjadi banjir bandang. Hingga meluber ke pekarangan rumah warga. Bahkan kadang meluber hingga ke lahan sawah dan mengakibatkan erosinya pinggiran kali Ciranjang.

Maka dengan dilaksanakannya pemasangan bronjong di pinggir kali Ciranjang yang berlokasi di Kampung Pasir Angin, tepatnya di sepanjang pinggir kali yang berbatasan dengan puluhan hektar sawah milik warga setempat, disambut baik warga sekitar. Karena bronjong batu pecah akan mampu menahan terjadinya erosi tanah dan akan mampu menahan luapan air.

Dipasangnya bronjong batu pecah, seluruh warga Kampung Pasir Angin, Desa Nanggalamekar, Ciranjang dan warga Sukamanah, Desa Hegarmanah, Kecamatan Bojongpicung, mengucapkan terima kasih.

“ Karena kini warga tidak riskan lagi akan terjadi banjir bandang dan erosi lahan yang ada di pinggir kali Ciranjang,” ucap Aceng Alawi yang diamini H. Uman, warga Kampung Pasir Angin.

Sementara Gungun Gumelar (45) warga Kampung Sukamanah, Desa Hegarmanah, Kecamatan Bojongpicung, yang rumahnya di pinggir Kali Ciranjang mengatakan, pemasangan bronjong di pinggir  kali Ciranjang yakni,  sepanjang 800 meter, tinggi 4 meter, lebar 3 meter dan 8 susun tumpukan bronjong dengan sistem terasering.

Namun, lanjut Gungun, pemasangan bronjong kali Ciranjang tersebut, hingga kini belum diketahui pasti nilai nominal anggaran pengerjaannya, juga  nama CV nya belum diketahui jelas. Karena di lokasi pembangunan tidak terlihat dipasang papan nama proyek dan perusahaan yang mengerjakan pemasangan bronjong itu

Gungun berharap, pihak BBWS Citarum dan perusahaan ada keterbukaan.  Karena hal itu merupakan suatu aturan dan berdasarkan undang-undang yang berlaku. Selain itu, agar masyarakat bisa ikut mengawasi. Hingga pengerjaan pemasang bronjong itu dikerjakan sesuai bestek yang pada akhirnya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat dan srsuai harapan semua pihak.

“ Kami berharap, pihak pengembang mohon perlengkapan proyek, termasuk papan mana proyek dipasang sesuai aturan yang berlaku, supaya kegiatan pembangunan bronjong tidak diduga ilegal dan diduga asal asalan,” ucap Gungun pada awak media

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here