Budaya dan kesenian khas Sunda ditampilkan warga Panembong Hilir pada puncak acara peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke 73

Laporan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Secara jujur harus diakui, kesenian daerah saat ini nyaris punah tergerus budaya dan kesenian asing. Karena itu, warga Panembong Hilir Desa Mekarsari Kecamatan Cianjur bertekad untuk mempertahankan dan melestarikan kesenian dan budaya daerah agar kesenian tradisionil dapat terus dipertahankan dan dikembangkan oleh generasi penerusnya.

Tekad warga Panembong Hilir itu bukan hanya slogan semata. Tapi dibuktikan dengan karya nyatanya. Buktinya, pada euphoria puncak peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 73 tahun 2018. Warga Panembong Hilir konsisten dengan tekadnya. Kesenian tradisionil mendominasi acara yang disajikan panitia penyelenggara,

Yaitu tarian khas Sunda yang sering ditampilkan di berbagai acara. Seperti penyambutan tamu besar dan festival budaya, Kamis (5/9).

Adalah tari  Jaipong yang merupakan salah satu kesenian tradisional yang sangat populer di Jawa Barat, bahkan ke manca negara. Tari ini adalah penggabungan beberapa seni tradisional. Seperti pencak silat, wayang golek, ketuk tilu dan lainnya.

Ketua Panitia, Ludy Ferdian mengatakan, tari jaipong harus dilestarikan. Karena merupakan hasil warisan leluhur kita zaman dulu. Jangan sampai tari jaipong makin hari makin ditinggalkan penggemarnya. Seni budaya milik Indonesia tepatnya Jawa Barat ini, tentunya sedih bila terlupakan.

” Jangan sampai kita sendiri tidak mengetahuinya atau tidak melestarikan. Nah, apalagi saat ini banyak tari tarian modern seperti Breakdance, Hip hop dan lainnya. Sebagian besar anak muda jaman sekarang menggandrunginya daripada tari tarian dari kebudayaan negeri sendiri,” ujarnya pada awak media.

Pihak panitia menyebutkan, selain penampilkan tarian jaipong banyak berbagai lomba dan seni tradisional yang ditampilkan. Peserta yang dilibatkan mulai anak-anak, remaja hingga orang dewasa.

Selain itu, panggung hiburan pun diisi dengan acara yang membuat penonton tertawa terbahak-bahak. Yaitu penampilan tiga pemuda, yakni Ilham (20), Bayu (21) dan, Endo (20) dengan mengenakan busana wanita yang menundang gelak tawa penonton.

” Ya, mereka naik kepanggung menari seakan seperti wanita menari tanpa rasa malu dan ragu. Hingga membuat warga tertawa,” aku, Ludy alias Bedul panggilan akrabnya.

Hal lain, Annisa Fitriani (22) memaparkan, sebelumnya peringatan HUT Kemerdekaan RI tidak digelar seperti tahun ini. Saat ini diselenggarakan semarak dan meriah beda dari yang lainnya. Sebetulnya bukan melihat dari hiburan semata. Tapi memaknainya yang paling berarti. Artinya jangan lupa pada para pahlawan kita zaman dulu.

” Intinya, sebagai anak bangsa Indonesia yang baik dan peduli akan para pahlawan. Tentu hatinya akan terketuk untuk bisa memeriahkan atau menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI melalui berbagai lomba, berdo’a dan bersyukur atas kemerdekaan ini,” ungkapnya.

Peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun ini sebetulnya spontanitas, dan hasil swadaya masyarakat. Ada juga beberapa donatur yang peduli penyumbang sebagain milik rejeki dan hartanya. Meskipun sedikit, yang penting ikhlas tanpa ada kontek atau niatan lain.

” Artinya bukan hanya hiburana semata, tapi harus bisa memaknai HUT Kemerdekaan RI ini. Selamat hari kemerdekaan Indonesia yang ke-73,” ucap Bedul.

Sementara, warga setempat memaparkan, warga sangat merespon baik peringatan HUT Kemerdekaan RI ini.Diharapkan, acara tahun depan bisa lebih meriah dan semarak lagi dibanding tahun ini, dan semua pihak bisa mendukung penuh.

Pemuda setempat pun berharap, sebagai warga Indonesia jangan lupa akan perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Bagaimana sulitnya meraih kemerdekaan dan membuat kita bersemangat menjaga kemerdekaan ini.

“ Sebagai generasi penerus yang sudah diberikan kedamaian semenjak lahir harus selalu menjaga kemerdekaan ini, bisa menjaga perdamaian, kesatuan dan keharmonisan NKRI,” ujarnya dengan penuh semangat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here