Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Beras untuk warga yang mendapat Bantuan Sembako yang dibeli di E_Warung di Desa Neglasari Kecamatan Bojongpicung Cianjur, melaporkan ke pihak Kecamatan Bojongpicung. Pasalnya, beras yang dibeli di E_Warung, kualitasnya jelek dan bau apek. Selain itu, kentang dan abon tak bermerek dan jelek. Padahal dalam harga yang telah ditentukan pemerintah sudah cukup tinggi. Seharusnya warga yang mendapat bantuan sembako mendapat beras yang kualitasnya premium.

Karena itu, warga melakukan protes, langsung menyetorkannya pada pihak kecamatan setempat. Warga minta supaya pihak supplier  ditegur. Agar tidak ngirim beras jelek. Kualitasnya harus disesuaikan dengan harga yang telah ditentukan pemerintah.

Salah seorang warga Kampung Bojongsari Desa Neglasari JJ (48) menjelaskan, pihaknya tiap bulan belum pernah mendapat beras yang kualitasnya bagus. Apa lagi sekarang, selain jelek dan bau apek juga kentang  seberat  1/2 Kg, kualitasnya jelek juga kecil kecil dan abon tanpa merk seberat 1 ons.

“ Karena itu kami lakukan protes supaya pihak supplier memperbaiki kualitas beras dan bantuan lainnya pun harus disesuaikan dengan harga yang telah ditentukan pemerintah,” ucap JJ.

Sementara itu, salah seorang teman JJ warga setempat, Gun Gun Gumelar (45) menambahkan, pihaknya mengaku datang ke kantor Kecamatan Bojongpicung, tiada lain hanya untuk mengantar JJ sebagai teman dekatnya.

Maksudnya untuk melakukan protes pada pihak Kecamatan Bojongpicung dengan membawa bukti beras dan kentang yang kualitasnya jelek tidak sesuai harga. Barang bukti tersebut, baru diambil di E_Warung yang ada di lingkungan Desa Neglasari.

Gungun berharap, pihak Kecamatan Bojongpicung, atau Kab Cianjur, pengadaan barang untuk E_Warung tidak diberikan pada pihak luar. Tapi warga Kecamatan Bojongpicung. “ Supaya kualitas beras bisa terpantau dan bila bila protes pun tidak terlalu jauh seperti sekarang,” ujar Gungun.

Sementara itu, Kasi Pem Kecamatan Bojongpicung Andriana menjelaskan, memang benar ada warga Desa Nerglasari, melakukan protes sambil membawa beras kurang lebih 10 Kg dan 3 butir kentang sebagai sempel. Hal itu dilakukan warga karena  kualitas beras dianggap jelek, tidak sesuai harga yang telah ditentukan pemerintah.

Namun saat itu, pihaknya belum bisa menyimpulkan harus bagai mana mengantisipasinya. Mungkin nanti saja setelah Camat ada di kantor, karena kebetulan sekarang Camat sedang dinas luar.

” Mohon maaf, kami belum bisa menjelaskan seluruhnya, nanti saja hal tersebut akan disampaikan terlebih dahulu sama Pak Camat, karena Pak Camat sekarang sedang tugas dinas luar,” terang Andriana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here