Laporan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Miris, BPJS PBI tidak mampu mengkaper program pelayanan kesehatan bagi warga miskin. Hal tersebut dirasakan warga miskin yang ada di Kabupaten Cianjur. Karena itu, warga miskin banyak yang mempergukan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) saat berobat di RSUD Cianjur.

Ironisnya, tertanggal 1 (satu) Juli 2018, layanan SKTM memang sempat di hentikan. Kendati demikian pelayanan gratis warga miskin dibuka kembali.

Padahal, sebelumnya Bupati Cianjur H.Irvan Rivano Muchtar Soleh, melalui Wakil Bupati H. Herman Suherman, pada tanggal 11 Desember  2017 tahun lalu mengatakan, khusus bagi warga miskin yang tidak tersentuh Program KIS/BPJS PBI, layanan rawat inap ruangan kelas Tiga, yang meliputi tiga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Yakni RSUD Sayang, RSUD Cimacan dan RSUD Pagelaran digratiskan. Warga miskin cukup dengan menggunakan  layanan SKTM, tertanggal 1 Januari 2018 kemarin.

Menurut keterangan, untuk menanggulangi masalah tersebut, Pemkab Cianjur telah mecanangkan biayanya  sebanyak Rp. 17 miliyar pertahun.

Ditemui salah seorang keluarga pasien yang tergolong miskin, Apud (40) dengan nada sedihnya mengatakan, jika layanan SKTM untuk pelayanan kesehatan dihentikan, bagaimana dengan nasib keluarga miskin. “ Karena jika kami daftar program BPJS tentunya harus membayar  iuran setiap bulannya, padahal buat makan saja sudah susah, ” kata dia di RSUD Sayang Cianjur, Selasa (28/8).

Karena itu, sangat disayangkan jika kini pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur,  tertanggal 27 Agustus 2018, kembali menghentikan layanan SKM. Alasannya sedang proses integritas BPJS.

Asep Ridwan seorang aktivis masyarakat yang sekaligus Ketua DPC PWRI Kabupaten Cianjur, mengatakan, secara pribadi maupun secara kelembagaan, program layanan kesehatan bagi warga miskin yang tidak terkaper BPJS PBI maupun KIS, tidak setuju jika dihentikan oleh RSUD Sayang Cianjur. “ Apakah memang sudah disetujui Bupati Cianjur. Kalaupun sudah, alangkah baiknya pihak Rumah Sakit melakukan sosialisasi pemberhentian tersebut,” kata Asep.

Melalui surat edaran yang dikeluarkan RSUD Sayang Cianjur, pertanggal 27 Agustus 2018 yang ditandatangani oleh Dirut dr. Hj. Ratu Yulia Herawati, M.K.M, kemarin, merupakan pemberitahuan layanan kesehatan tersebut telah dihentikan dengan alasan sedang proses Integritas BPJS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here