Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Sampah yang bertebaran di pinggir jalan Raya Cianjur – Bandung, tepatnya di ujung jembatan Cisokan, Kampung Pasanggrahan RW 01 Desa/Kecamatan Ciranjang, Cianjur, membuat warga jengkel dan mengeluh. Pasalnya, gara-gara sampah tersebut, lingkungan sekitar terlihat kumuh dan tercium bau busuk yang menyesakan.

Salah seorang warga setempat, yang rumahnya tak jauh dari tumpukan sampah, Mak Mae (56) mengatakan, ia bersama warga lainnya tiap saat harus rela menghirup bau busuk. Karena tumpukan sampah tak pernah habis biarpun diangkut tiap 2 hari sekali.

Sepengetahuannya yang membuang sampah ke tempat itu bukan hanya warga Kampung Pasanggrahan dan warga Pasir Asem saja, tapi ada juga petugas dari Pasar Metro Ciranjang. Mereka ini tiap pagi dan sore membuang sampah ke tumpukan sampah yang ada di pinggir jembatan Cisokan.

Selain itu, pihaknya sering memergok warga luar Ciranjang yang membuang sampah ke tempat itu. Oknum warga tersebut  melemparkan sampah dari mobil atau dari motor. ” Saya menyayangkan adanya tempat sampah di pinggir jalan ujung jembatan Cisokan, selain bau busuk, semberaut dan kumuh juga kasih pada petugas pengangkut sampah dari Dinas Kebersihan Cianjur, karena tidak pernah ada habis-habisnya sampah itu,” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang Kadus Desa Ciranjang, Abas Junaedi (58) menambahkan, sampah yang menumpuk di pinggir jalan Raya Ciranjang di ujung jembatan Cisokan, itu terlihat semberaut. Hingga bau busuk dan lingkungan jadi kumuh.

Padahal pihak desa dan pihak Kecamatan Ciranjang telah melakukan berbagai upaya. Baik berupa imbauan maupun teguran pada warga setempat dan pada pihak pasar Metro Ciranjang. Namun nyatanya tak digubris. Mereka itu masih saja membuang sampah di tempat itu.

Menurut laporan dari warga setempat, yang membuang sampah ke tempat itu, bukan hanya warga setempat saja. Tapi warga luar Ciranjang pun banyak yang membuang sampah kesana dengan menggunakan mobil atau motor.

“ Karena itu, kami berharap pada pihak terkait, mohon lokasi yang ada disebrangnya segera dijadikan rest area, supaya tiap hari di sekitar lokasi itu, diurus, terpantau dan pada siang malam akan terawasi hingga lingkungan terkesan indah,” kata Abas Junaedi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here