Tolib saat akan mengambil air di Kali Cikamuning

Liputan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Tak ada akar rotan pun jadi. Begitulah pepatah mengatakan. Hal tersebut nampaknya kini dipergunakan warga Kampung Paseban Desa Hegarmanah Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur.

Hujan yang tak kunjung turun beberapa pekan ini, membuat warga Kampung Paseban kekurangan air bersih. Karena itu, dengan sangat terpaksa warga Kampung Paseban, harus rela menggunakan aliran air kali Cikamuning, yang diduga kuat sudah tercemar sampah limbah rumah tangga dan limbah pabrik.

Ditemui di Kali Cikamuning, Tolib (80) seorang warga Kampung Paseban mengatakan, harus bagaimana lagi. Warga sudah tidak  memiliki air bersih lagi. “ Jadi terpaksa warga menggunakan air kali Cikamuning, yang sudah tercemar sampah dan limbah,” kata Tolib pada awak media saat dirinya mengambil air di Kali Cikamuning, Rabu, (15/8)

Hal senada juga dikatakan warga yang lainnya. Karena tidak ada air bersih yang bisa dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari, terpaksa warga menggunakan air kali Cikamuning. “ Padahal airnya sudah tercemar sampah dan limbah pabrik, tapi biasanya ada bantuan air bersih dari pemerintah, nggak tahu kenapa sekarang malah tidak ada,” kata Mamay yang juga warga Kampung Paseban.

Kepala Desa Hegarmanah Toni saat dikonfirmasi mengatakan, sebenarnya bantuan air untuk warga Kampung Paseban itu ada. Hanya saat ini dialihkan ke kampung sebelahnya. “ Alasannya akses jalan kan baru dibangun jadi tidak akan kuat, ketika tangki pengakut air mau memasok air ke Kampung Paseban,” kata Toni.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here