Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Dengan adanya mosi tidak tercaya terhadap Kepala Desa, Ayi  Lukmanul Hakim, pekan lalu tepatnya, Rabu (21 April 2021), ratusan warga setempat,  geruduk dan gembok pintu gerbang Kantor Desa Sindangraja Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur.

Tidak cukup sampai disitu, nyatanya pada Sabtu (1/5/2021) warga kembali gembok pintu gerbang masuk Kantor Desa Sindangraja, dengan mengunakan rantai besi. Selain itu, juga dihalamgi dengan bambu, papan kayu bekas pintu  dan ditutup kain bekas  spanduk.

Informasi yang dapat dihimpun, kejadian tersebut diduga akibat Kepala Desa Sindangraja Ayi Lukmanul Hakim, pernah berkata akan mempolisan Kiyai setempat. Hal itu disampaikan pada ceramahnya dalam pengajian serta menyinggung kinerja pemerintah dan Kepala Desa yang diduga jarang masuk kantor. Apalagi setelah terjadi peristiwa unjukrasa. Kades  tidak pernah masuk kantor sama sekali.

Padahal setelah kejadian yang pertama, pihak BPD Sindangraja, Muspika Sukaluyu melakukan musyawarah di Kantor DPMD Kecamatan Cianjur. Putusannya, Kepala Desa Sindangraja Ayi Lukmanul Hakim harus segera melakukan tindakan persuasif, minta maaf  dan mendatangi para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh lainnya. “ Supaya permasalahan tersebut, cepat selesai,” kata Ali Mustafa warga setempat.

Sementara itu, salah seorang anggota BPD Sindangraja, Hendra Hendrayana (40) menambahkan, Sabtu kemarin pada pagi hari, warga setempat telah mengembok pintu gerbang masuk halaman Kantor Desa Sindangraja dengan mengunakan rantai besi. Kemudian dihalangi dengan bambu yang diikat, papan bekas pintu, drum kecil dan ditutup kain bekas spanduk.

Namun pada Minggu (2/5/2021) pada sore hari, gembok tersebut,  dibuka oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa desa setempat. Menurut keterangan, hal itu dilakukan atas  dasar petunjuk dari  Muspika Sukaluyu. Biarpun gembok telah dibuka. Disayangkan para aparat desa tidak masuk kantor seluruhnya. “ Hanya beberapa orang saja yang masuk kerja, dengan alasan takut digeruduk warga,” ucapnya.

Hendra meneruskan, dengan adanya mosi tidak percaya terhadap kinerja Kepala Desa, pihak BPD telah mengimbau pada seluruh warga Desa Sindangraja, supaya tidak melakukan penggembokan, menutup Kantor Desa. Karena desa merupakan tempat pelayanan masyarakat

“ Dan diharapkan pada Kepala Desa Sindangraja, mohon segera melakukan tindakancpersuasif terhadap para tokoh agama, masyarakat, sesuai arahan Muspika Sukaluyu ketika rapat di ruangan Kantor DPMD Kabupaten Cianjur,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here