Ilustrasi

Laporan : Shandi/Dani

Cianjur, metropuncaknews.com – Masyarakat Desa Cieundeur, Warungkondang, Cianjur menyayangkan ketidak hadiran Kepala Desa Cieundeur saat pemilihan Ketua Badan Permusyawatan Desa (BPD) yang diselenggarakan di aula desa, Selasa (26/2).

Padahal sejatinya seorang kepala desa adalah wali masyarakat, yang memiliki peranan penting selama masa jabatannya.

Menanggapi hal tersebut Ketua Karang Taruna Desa Cieundeur, Yudi mengatakan, dirinya sangat kecewa sekali dengan ketika hadiran pemilik kebijakan di tingkat desa itu.

” Betul, saya merasa sangat kecewa sekali dengan ketidak hadiran Kepala Desa Cieundeur ini, padahal BPD juga merupakan bagian penting dari pemerintah desa,” kata Yudi saat ditemui seusai pemilihan Ketua BPD Cieundeur.

Lanjut Yudi, bagaimana kedepannya mau sinergis antara BPD dengan Kepala Desa kalau dari awalnya sudah seperti ini.

Adapun ungkapan kekesalan Yudi pada saat hasil diumumkan hasil pemilihan, yang memutuskan terdapat dua perempuan (Calon) yang dinyatakan menang.

” Pada saat rapat pertama pembentukan panitia pelaksanaan pemilihan ketua BPD, memutuskan untuk perempuan itu cukup satu orang saja, tetapi pada saat pemilihan malahan ada dua orang perempuan yang di syahkan, makanya tadi saya langsung keluar dari ruangan saking kesalnya,” cetusnya.

Menyikapi hal itu, benar sekali dan Yudi pun keluar dari ruangan pemilihan dan nampak marah-marah dengan hasil pemilihan. Selain itu juga banyak ocehan-ocehan yang dilontarkannya sembari pergi menggunakan motornya.

Setelah keadaannya mulai stabil, awak media menyambanginya Yudi dan mulai membuka pembicaraan dengannya.

” Tadi juga saya sudah berkoordinasi dengan pihak pelaksana, katanya nanti akan dimusyawarahkan kembali,” kata Yudi.

Sementara saat ditemui di kediamannya Kepala Desa Cieundeur Asep Jainal Muhtadin menyampaikan alasan kenapa tidak menghadiri pemilihan Ketua BPD. Asep mengaku, sudah cape dituduh oleh masyarakat.

” Tadi pagi saya memang datang ke desa melihat situasi persiapan pemilihan, kemudian saya keluar karena ada urusan. Nah, sehubungan dengan adanya bahasa dari masyarakat yang mengatakan kepala desa menginterpensi pemilihan BPD, jadi lebih baik saya menghindarinya, dan kalaupun ada masyarakat yang mengaku kecewa saya meminta maaf, artinya bukan menghindar pemilihan, tetapi menghindari adanya tududah interpensi tersebut,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here