Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Adanya 8 orang Pegawai Puskesmas Cikondang dan Puskesmas Bojongpicung Kabupaten Cianjur, warga yang rumahnya dekat dengan pegawai Puskesmas yang positif terpapar Corona  sekarang itu jadi waswas. Selain itu juga membuat riskan dan panik warga sekitar.

Karena khawatir terjangkit Covid 19. Terutama mereka yang sering berhubungan dengan mereka yang terpapar Corona. Warga merasa cemas dan waswas takut menular pada warga yang ada di Kecamatan Haurwangi, Bojongpicung dan warga Kecamatan Ciranjang.

Salah seorang warga Desa Mekarwangi Kecamatan Haurwangi Eka Permana (42) mengatakan, mendengar adanya 8 pegawai Puskesmas Cikondang dan Bojongpicung yang positif terpapar Covid 19 drinya merasa takut jua. Pasalnya, mereka yang terpapar Corona itu nota bene penduduk warga Kecamatan Bojongpicung, Haurwangi dan Warga Kecamatan Ciranjang.

Jelas hal itu membuat riskan dan panik warga setampat. Utamanya bagi warga yang rumahnya dekat dengan rumah yang dinyatakan positif terpapar Covid 19.

Kepanikan warga tersebut, terlihat dari ucapan dan perilaku masyarakat itu sendiri. Seperti enggan mendekat dengan pihak keluarga yang terpapar Covid. Apalagi jika ada orang yang berbicara mengenai Covid dan membuat potingan Covid 19 di seluruh Medsos sekian membencinya dan marah.

“ Untuk meredam kepanikan warga, alangkah baiknya jika pihak Pemerintah Desa, Kecamatan atau Pemkab Cianjur, melakukan penyuluhan untuk menenangkan masyarakat supaya tidak terjadi kepanikan yang berlebihan,” kata Eka Permana.

Sementara itu, anggota DPRD Komisi A  Kabupaten Cianjur, Drs H. Sapturo menambahkan, dengan adanya 8 karyawan/wati Puskesmas Cikondang dan Bojongpicung yang terpapar Covid 19, diharapkan seluruh warga Kecamatan Bojongpicung, Haurwangi, Cirajnag dan warga Kecamatan lainnya jangan merasa panik.

Juga diharapkan pada pihak keluarga yang dinyatakan positif terpapar Covid 19, jangan merasa malu dan takut dikuclkan tetangga. Tapi harus berani tampil di depan masyarakat bahwa dirinya telah di Rapid test dan Swab yang hasilnya negatif.

Sapturo juga mengingatkan pada pihak keluarga yang suami, istri dan anaknya yang terpapar Covid 19, kemudian enggan dirapid test dan di swab. Itu salah total karena selain tidak diketahui positif atau negatifnya terpapar Covid, maka akan dijatuhi tetangga, sanak saudaranya hingga dikuclkan warga setempat.

Selain itu, Sapturo mengharapkan pada seluruh masyarakat harus mengikuti peraturan pemerintah dan memathi protol kesehatan. “ Seperti cuci tangan dengan menggunakan sabun di air yang mengalir, memakai masker, jaga jarak dan jangan berkerumun lebih dari 5 orang,” ucap Sapturo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here