Jembatan Cisarua yang kondisinya memprihatinkan

Liputan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Para pengendara kendaraan bermotor dan warga Kampung Cageunang RT3/4 Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur Kota, sangat mendambakan pembangunan jembatan penghubung antar kampung. Pasalnya, jembatan Cisarua yang ada selama ini terlalu sempit hanya masuk satu kendaraan mobil saja.

Ketua Pemuda Pancasila (PP) Ranting Desa Sukamaju, Agus Irwansyah mengatakan, hingga kini masih belum ada pembangunan kembali jembatan tersebut. Sedangkan kondisi jembatan saat ini nyaris ambruk. Sebab banyak kendaraan baik motor mau pun mobil yang lewat jembatan itu. Dikhawatirkan, jembatan tidak kuat menahan beban hingga akhirnya ambruk.

” Ini merupakan aspirasi dan keinginan warga, bukan perorangan atau individu saja. Tapi lebih umum secara menyeluruh untuk publik meminimaliasir angka kecelakaan, karena bila ada mobil melintas,  motor harus antrian,” kata dia diamini, Ucil (36) pemuda setempat kepada awak media, Jum’at (6/7).

Hingga kini, warga Cageunang Wetan, Desa Sukamaju, Cianjur mendambakan pembangunan Jembatan Cisarua. Karena selama ini belum tersentuh perbaikan hingga terkesan terbengkalai. Padahal, kondisinya sempit perlu ada pelebaran ditambah ruas jalan di beberapa titik rusak berat dan banyak berlubang.

Didin (36) dan Asep, dua warga setempat membenarkan, sudah cukup lama belum ada bantuan untuk pembangunan jembatan. Padahal, jembatan ini ramai, dan aktif karena merupakan penghubung lintas sektor warga mencari rejeki.

” Ya, sebenarnya warga merasa khawatir karena dengan kondisi sekarang rawan kecelakaan, apalagi bila malam hari dan diperparah dengan kurang penerangan jalan,” kata Didin.

Sementara, Ketua Community Sukamaju Cianjur, M Mulyadi menambahkan, nyaris sepanjang jalan  itu berlubang. Karena sudah terlalu lama kondisinya terbengkali belum ada pembangunan lagi. Sedangkan, akses jalan bisa dikatakan ramai sering dilintasi baik kendaraan bermotormotor mau pun pejalan kaki.

”  Tapi jalan hanya bisa dimasuki satu kendaraan mobil saja,” keluhnya diamini beberepa pemuda setempat lainnya. Karena itu warga  berharap ada pelebaran jembatan minimal masuk dua mobil.

Melihat kondisi panjang jembatan sekitar lima meter dengan lebar dua meter, apalagi di bawah jembatan ada selokan terlihat banyak batu dan cadas.

“ Sebaik pihak desa melakukan musyawarah untuk mencari solusinya agar akses jalan penghubung antar kampung tidak terisolasi,” kilahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here