Penggalian jalan untuk pemasangan pipa PDAM ini, membuat warga Desa Sukajaya berang

Laporan : Apip S

Cianjur, metropuncaknews.com – Ratusan warga yang berada di beberapa kampung di Desa Sukajaya, Kecamatan Bojongpicung, berang terhadap Kepala Desa Sukajaya. Pasalnya pihak PDAM memasang pipa diameter 10 Inci, sepanjang 1300 meter,  di tengah-tengah jalan desa. Hingga akses jalan tertutup, kondisi jalan menjadi rusak, semberawut dan tidak pernah ada koordinasi dengan seluruh warga setempat.

Informasi yang dapat dihimpun, pemasangan pipa PDAM itu untuk menyedot air dari saluran Irigasi Primer. Selanjutnya akan dimasukan dalam bak penampungan pengolahan air bersih yang berada di Kampung Makasar Desa Sukajaya.

Air tersebut, nantinya  akan diolah hingga jernih. Setelah itu akan disalurkan pada seluruh jaringan konsumen yang ada di wilayah Kecamatan Bojongpicung dan Haurwangi.

Masyarakar pun bertanya, pengambilan bahan baku airnya dari sungai Cisokan, kenapa harus mengambil langsung dari saluran irigasi sekunder. Sedangkan saluran air yang ada di irigasi sekunder itu untuk mengairi ratusan hektas sawah

Bila airnya disedot pihak PDAM, maka puluhan hektar sawah milik para petani yang ada di Desa Sukajaya dan Desa Cikidang akan mengalami kekeringan. Karena pipa paralon yang dipasang PDAM cukup besar, sebesar pinggang orang dewasa, 10 Inci.

Karena itu warga berharap, pihak PDAM dan Pemerintahan Desa Sukajaya membatalkan rencana pengambilan air dari Irigasi Sekunder. “ Lebih baik pengambilan air dilakukan dari Sungai Cisokan difungsikan sebagai mana mestinya,” ucap Eep (65) tokoh masyarakat Desa Sukajaya.

Salah seorang pemuda Desa Sukajaya. Alu (35) menambahkan, adanya pengalian pipa milik PDAM itu dilaksanakan ditengah jalan sejauh 1300 meter. Tentu saja kondisi jalan jadi semberawut, hingga sulit dilalui kendaraan.

Ironisnya lagi, Kepala Desa Sukajaya sebelumnya tidak melaksanakan koordinasi atau musyawarah dengan masyarakat maupun dengan BPD setempat. Hingga ada kesan menakut-nakuti dan berusha mengelabui masyarakat. Seolah-olah galian pipa tersebut, atas instruksi Bupati Cianjur.

Setelah warga melakukan protes ke kantor desa, ternyata instruksi  Bupati Cianjur itu nyatanya bohong. “ Parahnya lagi, dana sosialisasi dari PDAM tidak dibagikan pada masyarakat dan tidak digunakan sosialisasi, melainkan dimakan sendiri,” kata Alu.

Sementara itu, Kepala Desa Sukajaya Wawan Gunawan, saat dihubungi di ruang kerjanya Jumat (28/12), menjelaskan, mengambil dan menyuling air dari saluran irigasi sekunder, itu izinnya bukan dari desa melainkan kewenangan  pihak PSDA Provinsi Jawa Barat dengan pihak PDAM itu sendiri.

Kalau mengenai pemasangan pipa milik PDAM ditengah jalan desa, sepanjang 1300 meter, itu kewenangan pihak Desa Sukajaya. “Mengenai hal tersebut, jauh sebelumnya pihak desa telah melaksanakan sosialisasi dengan masyarakat melalui pengurus DKM disetiap mesjid jame dan  dikoordinasikan dengam BPD dan tokoh masyarakat,” kilah Wawan.

Dilain pihak, sekretaris BPD Sukajaya Aning Sunarya mengatakan, mengenai proyek galian tanah di sepanjang jalan desa, untuk pipa PDAM itu, sebelumnya dan sampai sekarang pihak kepala desa tidak pernah melakukan koordinasi dengan BPD.

“ Tapi saat ada gejolak dari pihak warga, baru mau ada koordinasi, yaiyu Sabtu (29/12) akan dilaksanakan musyawarah antara masyarakat dengan pihak kepala desa dan pihak PDAM Cianjur yang akan dilaksanakan di aula desa,” ujar Aning dengan nada kesal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here