Laporan : Yana Wardiana

Tasikmalaya, metropuncaknews.com – Masyarakat Kp. Sodong dan Kp. Cileles Desa Mekarjaya, Kec. Sukaraja, Tasikmalaya, mengeluhkan kondisi jalan penghubung yang rusak sepanjang 1.5 Kilo meter. Apalagi dimusim penghujan seperti sekarang ini, jalan tersebut licin. Hingga yang melewati jalan tersebut, harus ekstra hati-hati.

Menyikapi hal tersebut, pemerintah desa setempat sejatinya harus berperan aktif dalam hal pembangunan infrastruktur jalan. Terkait anggaran yang digunakan untuk pembangunan tersebut, pemerintah desa memiliki anggaran Dana Desa atau bisa juga mengajukan ke pihak dinas instansi terkait atau dinas terkait lainnya.

Tentunya hal tersebut, harus diperhatikan secara seksama. Karena dengan jalan yang laik pakai, bukan saja dapat memperlancar tranportasi. Tapi juga akan dapat menunjang kelancaran laju roda perekonomian warga desa. Terlebih disaat pandemi Covid-19 yang memang hampir semua bidang melempem. Terutama sektor ekonomi dan pendidikan.

Suraji Ketua RT 003/001 Kp. Sodong, Desa Mekarjaya, mengatakan, sehubungan dengan adanya pembangunan di tahun 2021, jalan yang ada di wilayah lingkungan kami sangat rusak dan tidak layak pakai.

” Sebagai Ketua RT 003 Kp. Sodong mewakili masyarakat, saya menyampaikan keinginan masyarakat, agar pihak terkait di pemerintahan sudi merealisasikan pembangunan jalan penghubung dari Kp. Sodong ke Kp. Cileles,” kata Suraji.

Besar harapan kami, lanjut Suraji, agar pemerintah bisa segera merealisasikan pembangunan jalan tersebut. Karena sambung Suraji, jalan merupakan akses penting untuk menopang laju perekonomian masyarakat.

” Ya, kalau jalannya bagus/layak pakai, masyarakat akan merasa terfasilitasi dalam menjalankan perekonomiannya guna kelangsungan hidup masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Mekarjaya, Mulyadi mengatakan, pihaknya sudah merencanakan pembangunan jalan tersebut. Bahkan sudah mengajukannya ke pemerintah pusat dan Banprov. Tapi terhalang dengan adanya Covid-19.

” Untuk pembangunan jalan tersebut kami memang sudah merencanakan dan mengajukan anggarannya. Sumbernya dari mana kita lihat saja nanti, entah langsung dari pusat melalui anggaran DD atau anggaran Banprov,” ucapnya.

Mulyadi berharap, selepas pandemi covid-19 ini selesai, pengaspalan atau Hotmix jalan tersebut bisa terealisasikan.

” Kami sudah mendengar dan menerima aspirasi masyarakat terkait keluh kesah kondisi jalan tersebut. Mudah-mudahan kedepan selepas pandemi ini kita bisa merealisasikannya. Karena untuk sekarang sumber angaran tersebut lebih di prioritaskan ke bantuan covid-19,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here