Rumah di Desa Jatisari yang rusak akibat pergeseran tanah

Laporan : Sam AS

Cianjur, metropuncaknews.com Pergeseran tanah yang terjadi di Kampung Songom RW 01, Kampung Pasir Cinde, RW 04, Desa Jatisari, Kecamatan Bojongpicung, Cianjur,  membuat warga trauma. Pasalnya, kejadian serupa telah terjadi berulangkali. Terakhir pergeseran tanah terjadi pada Sabtu (13/10) pekan lalu. Pada musibah tersebut, 4 unit bangunan rumah rusak berat dan 11 bangunan rumah lainya surak ringan.

Sehubungan dengan hal tersebut, banyak pihak yang meminta pada Pemkab Cianjur supaya segera menurunkan tim ahli peneliti  pergeseran tanah. Seperti BPDB, BMKG dan lembaga penelitian lainnya yang ada di Indonesia.

Informasi yang dapat dihimpun di lokasi kejadian, terjadinya pergeseran tanah di kampung tersebut, bukan terjadi kemarin saja, tapi tiga tahun yang lalu tepatnya pada musim hujan pernah terjadi pergeseran tanah yang mengakibatkan banyak rusaknya bangunan rumah milik warga setempat.

Sekarang yang tergolong musim kemarau terulang kembali terjadi pergeseran tanah yang mengakinatkan belasan bangunan rumah rusak berat dan ringan. Hingga banyak warga yang trauma dan saswas, kerena takut terulang lagi pergeseran tanah. Apalagi sekarang akan menghadapi musim hujan.

“ Selama ini belum ada kepastian dari tim ahli, maka warga setempat tetap waswas dan trauma takut terjadi kembali pergeseran tanah yang mengakibatkan banyak korban,” Ucap Erwin (52) salah seorang pengamat lingkungan hidup warga Bojongpicung.

Sementara itu, Camat Bojongpicung Iyus (50) menambahkan, terjadi pergeseran tanah di Kampung Songom, Pasir Cinde, itu bukan terjadi sekarang, tapi beberapa tahun kebelakang pernah terjadi hal yang sama. Mungkin itu bisa dikatagorikan tanahnya labil, selalu bergerak saat musim kemarau, tanahnya pecah dan terbuka lebar.

Selain itu, seluruh bangunan rumah warga jarang yanag memakai slup baja. Cukup hanya menggunakan pondasi batu pecah, pasir dan semen saja. Maka bila terjadi pergeseran tanah akan terjadi retakan besar atau ambruk.

Menurut Iyus, dalam waktu dekat, pihaknya akan segera minta bantuan untuk dilakukan penelitian mengenai terjadinya pergeseran tanah. Supaya seluruh warga tidak merasa waswas, riskan akan terjadi lagi pergeseran tanah. ” Untuk itu akan kami dilakukan penelitian supaya warga tidak riskan, hingga warga merasa tentram, aman dan nyaman,”  ucap Iyus.

Dilain pihak, Pjs Kepala Desa Jatisari, Agus S mengatakan, seusai kejadian tersebut, langsung ditinjau pihak Muspika Bojongpicung dan dilaporkan pada Pemkab Cianjur melalui BPBD Cianjur dan dinas instansi terkait. Sedangkan hasil pengecekan di lokasi secara lengkap itu masih belum dilaporkan secara resmi, tapi melalui  WhastApp  sudah dilaporkannya.

“ Pihak Pemerintahan Desa Jatisari, terus melakukan peninjauan dan memberikan arahan pada seluruh warga setempat, supaya tetap waspada, sabar dan tawakal semoga tidak terjadi lagi pergeseran tanah atau  hal-hal lain yang tidak diinginkan semua pihak,” kata Agus pada awak media.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here