Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Jajaran komite, orang tua SDN Gegersari  dan seluruh guru SDN Gegersari Desa Cibarengkok, Kecamatan Bojongpicung Cianjur, kini tengah sibuk membangun jembatan penyeberangan menuju gedung SDN Gegersari. 

Dibangunnya jembatan penyeberangan yang langsung menuju pintu gerbang sekolah itu, dibiayai dari hasil swadaya masyarakat dan pihak sekolah. Tujuannya, untuk mempercepat komunikasi, menghindari kecelakaan dan supaya mudah memasukan  motor ke halaman sekolah. 

Sementara itu, Ketua Komite SDN Gegersari Nanan (45) menjelaskan, mulanya seluruh murid beserta para guru SDN Gegersari, bila hendak masuk halaman sekolah harus menyebrangi jembatan yang berada di bagian hilir atau di bagian hulu Irigasi Induk yang membentang di depan bangunan SDN Gegersari. Selain jauh harus memutar juga tidak sedikit guru dan siswa yang jatuh terpeleset saat mau masuk sekolah. 

Maka dengan adanya itu, berdasarkan hasil kesepakatan bersama antara seluruh orang tua siswa,  tokoh masyarakat dan seluruh guru SDN Gegersari, maka dibangunkannya jembatan penyeberangan. Jembatan itu dibangun yang langsung menuju pintu gerbang sekolah. 

Karena faktor biaya, maka untuk sementara jembatan tersebut terbuat dari anyaman bambu dengan panjang 12 meter dan lebar 1,5 meter. Ada pun biaya pembangunnya mrupakan hasil swadaya masyarakat  ditambah dari pihak sekolah. 

Menurut keterangan, kedepannya jembatan tersebut akan dibangun secara permanen. Untuk itu akan diajukan pada anggaran Desa Cibarengkok . “ Yakni melalui APBDes yang sebelumnya akan dimasukan pada Musrenbangdes,” ucap Nanan. 

Dilain pihak, Kepala SDN Gegersari  Sri Mulyati (55) menambahkan,  SDN Gegersari Desa Cibarengkok, sekarang ini memiliki siswa dari kelas 1 sampai dengan kelas VI sebanyak 162 murid. Dibantu tenaga pengajar beserta operatis dan Kepala Sekolah sejumlah 14 orang. 

Seluruhnya tiap hari aktif hadir melaksanakan tugasnya. Apalagi setelah dibangunnya jembatan baru. Karena seluruh motor milik guru dan orang tua murid bisa masuk halaman sekolah. Tidak riskan jatuh atau terpeleset seperti sebelumnya. Selain itu juga seluruh siswa tidak riskan lagi jatuh saat menyerang jembatan. Karena selain dekat dengan pintu maauk gerbang juga tidak memutar terlebih dahulu. 

Maka dengan adanya jembatan yang baru dibangun, oarang tua murid mengucapkan terima kasih pada pihak Komite, tokoh masyarakat dan seluruh dewan guru yang telah ikut andil ikut membangun jembatan.

“ Semoga kedepannya jembatan tersebut dapat dibangun secara permanen,” harap Sri Mulyati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here