Laporan : Dhani/Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto mengimbau untuk para pemudik agar tidak kembali lagi ke Jakarta setelah pulang kampung saat Lebaran.

Pasalnya, ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi untuk bisa kembali ke Jakarta. Apalagi jika para pemudik berasal dari daerah zona merah, maka akan menaikkan potensi penyebaran Corona.

Jadi sebaiknya mereka yang akan kembali ke Jakarta mengurungkan niatnya dan baru kembali ke wilayah tersebut, setelah pandemi berakhir dan benar-benar dinyatakan aman.

Sepanjang bulan Ramadhan kemarin, sudah ada imbauan untuk tidak mudik. Tapi masih saja ada orang-orang yang bandel dan ingin pulang kampung.

Alasannya, mereka kehilangan pekerjaan di Jakarta dan mau tidak mau ingin pergi ke desa. Karena biaya hidupnya jauh lebih murah.

Kapolres Cianjur, mengkhawatirkan setelah lebaran selesai, mereka tiba-tiba ingin kembali ke Jakarta. Karena ingin mencari pekerjaan yang bergaji lebih tinggi daripada di kampung. Namun sayangnya, sekarang ada imbauan bagi mereka untuk tidak kembali ke ibu kota.

” Pahami, bahwa dalam situasi yang saat ini terjadi, kita tidak boleh menggunakan cara pikir, cara tindak, seperti situasi di masa-masa lalu. Inilah yang kemudian beberapa kali pemerintah, bahkan Bapak Presiden sendiri mengatakan, kita harus bersabar. Situasi ini tidak mudah. Namun, kita yakin dengan kebersamaan, pasti kita akan bisa melakukan,” ungkap Kapolres Rabu (27/05).

Lanjut Kapolres, masyarakat yang ingin kembali ke Jakarta jangan marah akibat aturan ini. Apalagi menyalah-nyalahkan pemerintah. Karena saat ini masih berada dalam pandemi akibat penyakit Corona. Maka tidak bisa seenaknya bolak-balik ke ibu kota. Apalagi PSBB di ibu kota diperpanjang hingga 4 Juni 2020.

” Jika memang terpaksa meninggalkan Jakarta karena ada keperluan, misalnya karena ada saudara yang wafat, maka harus menunjukkan KTP, surat kematian, surat bebas Corona, dan surat izin keluar masuk yang bisa diunduh di situs khusus,” ujar Kapolres.

Semua ketentuan ini bertujuan untuk menekan penyebaran Covid-19. Jika masyarakat tidak patuh, maka pandemi ini akan sulit berakhir, karena semakin banyak rakyat yang terjangkit Corona.

Perlu diketahui di ibu kota sendiri, total orang yang terjangkit virus Covid-19 sudah ada lebih dari 6.600 orang. Jangan sampai jumlah itu bertambah karena banyak orang yang tertular, karena berinteraksi dengan orang-orang yang kembali ke Jakarta.

” Nah, para pemudik ini hendaknya bersabar dan tidak masuk ke ibu kota untuk sementara waktu. Jangan malah nekat menerobos perbatasan, karena langsung akan dihalau petugas. Apalagi jika tidak membawa surat izin keluar masuk ke wilayah Jakarta. Tunggulah sampai pandemi ini benar-benar berakhir, baru kembali ke ibu kota,” tandas AKBP Juang Andi Priyanto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here