Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Drs H. Sapturo Muhtar (78) seorang tokoh masyarakat Bojongpicung Kabupaten Cianjur. Selain itu, Sapturo juga dikenal sebagai politikus  handal. Terbukti, ia  mampu mejadi anggota DPRD Cianjur dari Fraksi Partai Golkar selama dua priode berturut-turut. Tidak hanya itu saja, Sapturo juga dikenal seorang tokoh pendidik yang  dikenal banyak orang.

Masyarakat Bojongpicung  sekarang itu merasa kehilangan. Karena H. Sapturo Muhtar, pada Jumat (6/8/2021) meninggal dunia di RSUD Sayang Cianjur. Almarhum meninggal karena menderita sakit gagal ginjal. Namun sayang proses pemakaman almarhum H. Sapturo, harus dilakukan layaknya orang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

Salah seorang tokoh Pemuda Kecamatan Bojongpicung warga Desa Jatisari Wandi Ubadilah (42)  mengatakan,  dengan meninggal dunianya Drs H. Sapturo seluruh warga Kecamatan Bojongpicung merasa kehilangan. Karena almarhum adalah seorang tokoh masyarakat yang aspiratif dan amanah.

Sapturo selain kader Golkar yang mampu menduduki kursi DPRD Kabupaten Cianjur dua priode. Juga memiliki pengalaman dalam bidang pendidikan. Selain itu, Ia memiliki sikap kepribadian yang  santun dan luwes. Memiliki dedikasi yang tinggi, murah senyum dan pandai bergaul dengan semua kalangan masyarakat.

Ketika H. Sapturo bicara dengan siapapun, membuat lawan bicara menjadi sejuk. Sebab suaranya yang lembut dan santun juga religius. Membuat lawan bicara seakan tertunduk simpuh . ” Tutur kata dan tegur sapa yang santun dengan suara lembut membuat betah lawan bicara,” ujar Wandi.

Selain merasa kehilangan, tak sedikit warga Bojongpicung yang melantunkan  doa. ” Selamat jalan Pak H. Sapturo semoga di alam sana mendapatkan tempat yang lapang dan disatukan dengan orang-orang solihin, ” Ucapnya.

Sementara itu, Keponakan almarhum juga selaku Kepala Desa Sukajaya, Arif Ahmad Rifai (60) mengatakan, almarhum H. Sapturo sudah lama menderita sakit ginjal. Karena itu, sering keluar masuk rumah sakit yang ada di Kota Bandung. Terakhir kalinya, H. Sapturo dirawat di RSUD Cianjur pada Sabtu 31 Juli 2021 dan Jumat 6 Agustus 2021 meninggal dunia.

Jasad almarhum  dimakamkan di pemakaman milik keluarga yang lokasinya tak jauh dari rumah duka. Namun ketika proses pemakaman seluruh petugas dari RSUD Cianjur mengenakan APD. “ Karena ituada dugaan  meninggal dunianya almarhum H. Sapturo diduga terpapar Covid-19,” ujar Arif Ahmad Rifai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here