Laporan : Sam Apip

 Cianjur, metropuncaknews.com, Rumah panggung  ukuran 7X5 meter, milik Kakek Aman yang tuna netra (70), warga Kampung Panagan RT 03/02 Desa Sukaraharja Kecamatan Cibeber Cianjur, pada Kamis (02/04) rata dengan tanah. Pasalnya, rumah panggung tersebut diduga kuat dibakar oleh anaknya Mb (26), gara-gara tak diberi uang untuk beli sepeda motor.

Kejadian nahas yang menimpa Kakek Aman itu, mengundang empati banyak pihak. Berkat inisiasi Kepala Desa Sukaraharja, H. Anwar Syaiful Falah, (H. Abo) didukung Bhabinkamtibmas, Babinsa, BPD, LPM, RT/RW, beserta masyarakat setempat, kini rumah Kakek Aman tengah dibangun dengan ukuran dan tipe yang sama. Pembangunan rumah tersebut sekarang  baru mencapai 75%, yang dibiayai hasil santunan dari keluarga H. Abo.

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Sukaraharja,  Dili Sadili (52) mengatakan,  pembangunan rumah Kakek Aman itu, berkat kepedulian keluarga H. Abo yang juga selaku Kepala Desa Sukaraharja. Seluruh material bahan bangunan dan upah kerja tukang semuanya dibiayai keluarga H. Abo.

Sementara Bhabinkamtibmas, Babinsa, BPD, LPM, RT/RW, tokoh masyarakat dan masyarakat Desa Sukaraharja, ikut andil pula membantu pembangunan rumah panggung milik KakeK Aman. Maka dengan dibangunya kembali rumah Kakek Aman, Sadili mengucapkan terima kasih pada semua pihak. “ Terutama pada keluarga H. Abo yang telah peduli terhadap sesama, semoga saja seluruh kebaikannya dibalas oelh Allah SWT dengan pahala yang berlimpah,” kata Sadili.

Sementara itu, H. Abo mengatakan, melihat rumah Kakek Aman yang rata dengan tanah, pihaknya sangat prihatin. Apalagi melihat kondisi Kakek Aman yang tua renta juga tuna nentra. Kebetulan ada sedikit uang pribadi, maka dibangunkan pada rumah panggung dengan ukuran 7X5 meter ditempat semula.  “ Hal itu dilakukan tiada lain hanya untuk sekedar tempat berteduh keluarga Kakek Aman disaat panas dan hujan,” ujarnya merendah.

Lanjutnya, mengenai biaya pembangunan rumah tersebut, itu tidak serta merta mutlak darinya, melainkan hasil kerja barengan dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, BPD, LPM, RT/RW dan seluruh masyarakat Desa Sukaraharja. Karena Kakek Aman merupakan orang yang teraniaya, jompo dan orang kurang beruntung. Karena  itu untuk membantu Kakek Aman bukan tanggung jawab pribadi, melainkan  tanggung jawab semua pihak, terutama yang dianggap mampu.

” Biaya pembangunan rumah Kakek Aman itu tidak mutlak seluruhnya dari kami, melainkan hasil kerja sama dengan pihak lainnya,” terang H. Abo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here