Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Salah seorang wanita asal Indonesia sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jeddah Saudi Arabiaa, Kamis (21/01/2021) sekira pukul 07.00, waktu setempat, dikabarkan meninggal dunia di tempat kosnya.

Namun setelah Tim Gerak Cepat Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Jeddah yang lajim disebut Tiger – C, datang ke lokasi tempat meninggal dunianya PMI, ternyata PMI yang meninggal dunia tersebut, tidak memiliki kartu identis apapun.  

Kominfo SBMI Jeddah, ketika dihubungi melalui WhatsApp (WA) Roland Kamal (50) mengatakan, pihaknya mengetahui salah seorang wanita asal Indonesia sebagai PMI meninggal dunia  di rumah kosnya.

Hal itu diketahui berdasarkan informasi dari teman dekatnya almarhumah yang juga sebagai PMI. Dikatakannya, di wilayah Rabwah  distrik kota Jeddah, ada salah seorang PMI yang meninggal dunia di tempat kosannya.

Setelah dilakukan investigasi oleh dua orang anggota Tiger-C,  Herland Maulana dan Andre Kurniawan,  ke tempat kejadian, nyatanya PMI yang meninggal dunia tersebut, tidak memiliki kartu identitas apapun. Baik Igomah, Paspost maupun katu identitas lainnya. Almarhumah sama selaki tidak memilikinya.

Tentu saja pihaknya merasa kesulitan untuk melapor pada KJRI Jeddah. Karena untuk mengurus pemakaman jenazah akan mendapat kesulitan. Apalagi sekarang, adanya wabah Covid 19, pasti akan lebih sulit lagi.

Supaya proses pemakaman maupun administrasi kenegaraan lebih lancar, maka foto jasad almarhumah PMI dipasang, diposting dibeberpa media sosial. Ternyata tadi sore bahwa jasad almarhumah ada pihak keluarga yang mengakuinya. “ Yaitu warga Kecamatan Losari Kabupaten Brebes, Jawa Tengah,” Ucapnya, Kamis (21/01/2021).

Ketua DPLN SBMI Jeddah Suib Darwanto menambahkan, dengan adanya PMI yang meninggal dunia tanpa identitas tersebut, pihaknya merasa prihatin. Karena untuk melakukan proses apapun cukup sulit termasuk proses pemakaman jenazah, hal itu sangat sulit dilakukan.

Apalagi seperti sekarang, dimassa pandemi Covid 19, KJR Jeddah memakamkan jenazah sangat hati-hati. Karena harus ada izin bebas Covid-19 dari tim dokter setempat.

Maka dengan adanya itu,  kepada pihak keluarga almarhumah, mohon secepatnya dibuatkan tanda bukti. “ Yaitu keterangan jika  almarhumah PMI yang meninggal dunia di Jeddah, itu benar sebagai  keluarga,” ujarnya menegaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here