Laporan : Dhani

Cianjur, metropuncaknews.com – Wakapolres Cianjur Kompol Jaka Mulyana S.I.K, M.I.K., pimpin Konferensi Pers Tindak Pidana Persetubuhan Terhadap Anak (TPPTA) dibawah umur. Kegiatan tersebut berlangsung di depan lobby Polres Cianjur, Selasa (28/01).

Wakapolres Cianjur didampingi Kasat Reskrim AKP Niki Ramdhany, Kapolsek Naringul Iptu Mardi, Paur Humas Polres Cianjur Ipda Budi Setiayuda, dan Kabid Pelayanan Rehab Dinas Sosial Agus Supiandi S.Pd. M.Pd.

Wakapolres Cianjur mengatakan, yang korban TPPA ada sembilan orang. Mereka berinisial AS (17), NS (17), TNS (9), DF (13), A (16), SN (16), HNI (6), R (16), dan SA (15) yang dibawa lari selama empat tahun dan dikembalikan ke rumah orang tuanya dalam keadaan hamil sembilan bulan.

” Hasil penangkapan dari bulan Mei 2019 sampai bulan Desember 2019, tersangka berinisial MAS, NO, S, AS, JR, AH, SA, R, dan AR. Selain itu ada juga yang baru ditangkap berinisial S yang membawa lari SA selama empat tahun, di wilayah Cianjur Selatan Jawa barat,” kata Kompol Jaka Mulyana.

Lanjutnya, adapun barang bukti yang diamankan 4 BH, 5 celana dalam, 2 baju pendek, 4 baju panjang, 6 celana panjang, 1 kaos dalam, dan 2 kerudung.

Selanjutnya Wakapolres menceritakan kronologi kejadian kasus penculikan anak dari Naringgul . Pada Sabtu 20 Februari 2016 pukul 17.00 WIB, terangka S menelpon bapak kandung SA. Katanya meminjam  SA untuk memijit badan tersangka S.

SA ketika itu berumur 11 tahun masih duduk di bangku Sekolah Dasar  namun mempunyai kemampuan  memijit badan. Orang tua korban tidak merasa curiga. Karena sebelumnya tersangka S sudah 4 kali meminta memijit badan S.

Namun setelah itu S tidak kembali. Selanjutnya pada  Selasa 23 Februaru 2016 pukul 14.10 WIB, Bapak kandung korban melaporkan perkaranya ke Polsek Naringgul Polres Cianjur. Selama 4 tahun didalam pelarian tersangka berpindah-pindah tempat ke Garut dan Bandung.

Pada Kamis l 23 Januari 2020 pukul 13.00 WIB, mendapat laporan dari warga yang merasa resah atas keberadaannya S yang hidup dalam satu rumah tanpa diketahui pernikahannya dengan SA yang sekarang sedang mengandung 9 bulan.

Pasal yang diterapkan,  Pasal 332 ayat (1)(2)(3) KUHP dapat diancam dengan pidana penjara 7 s.d. 9 tahun

Pasal 81 ayat (2) UU RI No. 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Diancam dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 60.000.000 (enam puluh juta rupiah) dan paling banyak Rp. 300.000.000 (tiga ratus juta rupiah)

Untuk para korban sekarang ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Cianjur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here