Ustadz muda sedang melakukan aksinya menggalang dana untuk membantu korban longsor di Cisolok Sukabumi

Liputan : Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Seorang ustadz di Cianjur melakukan penggalangan dana untuk  korban longsor Cisolok, Sukabumi. Cara yang dilakukannya pun cukup menarik perhatian ratusan pasangan mata.

Dia adalah ustadz muda Agung Rijaludin. Dia yang menggalang dana di Jalan. Prof. Moch. Yamin (Cikidang, Cianjur). Untuk itu, dirinya tak segan-segan dan rela berpanas-panasan turun naik angkutan umum dengan membawa kardus terbuka (tempat meminta sumbangan), Jum’at (4/1).

Dilokasi penggalangan dana tersebut, ustadz muda itu ditemani oleh dua lembaga milik Persatuan Islam Cianjur, yakni Sigab Persis dan Brigade Persis’.

Kepada awak media Ustadz Agung Rijaludin mengatakan, upaya yang dilakukan semata untuk kemanusiaan. Karena belum lama ini saudara kita ‘umat muslim’, ada yang terkena musibah besar, dan sangat jelas membutuhkan bantuan.

Rasa empaty akan timbul, ketika nurani mau merasakan apa yang dirasakan oleh korban longsor di Cisolok-Sukabumi kemarin. Atas dasar kemanusiaan kita mau membantu saudara kita. “ Karena dalam Islam pun diajarkan untuk saling membantu dan saling meringankan atau memberi kebermanfaatan kepada sesama tanpa melihat RAS, kelompok dan sebagainya,” kata Agung diamini beberapa rekannya di lokasi.

Lanjutnya, setiap kita memiliki prinsip Khoirunnas anfauhum linnas yang artinya ‘sebaik-baik manusia adalah yg memberi manfaat kepada manusia lainnya’ dan kita menyebut kegiatan hari ini adalah ‘Gerak Langkah Jihad’, tandasnya.

Banyak pengendara dan pejalan kaki yang terkagum-kagum melihat seorang ustadz muda mau melakukan hal itu. Padahal diusia muda orang cenderung memiliki gengsi yang tinggi, sehingga malu untuk melakukan hal-hal seperti itu.

Ranti (31) seorang pejalan kaki di Jalan. Prof. Moch. Yamin, terperangah melihat seorang Ustadz yang berkelakuan seperti itu.

” Awalnya biasa-biasa saja, tapi setelah melihat lebih dekat, saya pun mulai tersentuh untuk memberikan sebagian rezeki hasil bekerja saya,” ucap Ranti.

Hal senada juga diucapkan Diman (28) seorang sopir angkutan kota (angkot). Diman menambahkan, tadinya dikira mau naik naik ke angkot yang ia kemudikan. “ Tapi setelah saya membaca tulisan di kardus  donasi untuk bencana longsor Cisolok-Sukabumi, saya pun mempersilahkan Ustadz naik ke angkot untuk meminta bantuan yangakan disumbangkan pada korban longsor itu,” ucap Diman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here