Surat Pemberitahuan Perkembangan Penyelidikan yang diberikan kepada Mursid atas laporannya terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen berupa Ijazah Palsu oleh Perangkat Desa Lowu-lowu

Laporan : Atul Wolio

Baubau, metropuncaknews.com – Usai Kepala Desa (Kades) Lowu-lowu dilapor, kini berpindah ke perangkat desa berinisial AR, ikut dilaporkan Koalisi Pemuda Kepulauan (KPK) Buton di Sat Reskrim Polres Baubau. Laporan itu diajukan atas dugaan pemalsuan dokumen ijazah paket C, Senin lalu (16/03/2020).

Sesuai keterangan Ketua KPK Buton, Mursid Ar Rahman menyebutkan, pemalsuan dokumen ijazah paket C Nomor DN-20-PC 017896 diduga palsu. Hal itu dilakukan demi kepentingan jabatan struktural pada perangkat desa Lowu-lowu sebagai Kepala Seksi Pelayanan, sejak tahun 2017 lalu sampai saat ini.

” Ironisnya pemalsuan ijazah paket C tersebut hanya namanya yang diganti dari Nama AHMAD RAUF sebagai pemilik ijazah asli, diubah namanya jadi NAIM.K alias palsu,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Tak berselang lama, usai laporan resmi Nomor 7/B/KPK.BUTON/III/2020 diterima, Sat Reskrim pun langsung dikeluarkan surat SP2HP, dengan Nomor B/199/III/2020/RESKRIM.

Lebih jauh, kata Mursid, laporan kali ini, berpautan dengan laporan awalnya, tentang penyalahgunaan anggaran dana desa Lowu-lowu, yang diuga kuat aksi itu dilakukan mantan Kades pada tahun 2017 silam.

Kata Mursid, jadi itu masih berimbas atau berhubungan dengan laporan baru pihaknya tentang pemalsuan ijazah tersebut. Pasalnya, gaji Kepala Seksi Pelayanan itu  bersumber dari APBDesa Lowu-lowu.

Dia menegaskan, bahwa pihaknya terus mengawal laporan-laporan tersebut. sebagaimana bentuk peran serta eleman mahasiswa dan masyarakat dalam mengawal setiap problem yang merugikan negara dan masyarakat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here