Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com, Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Kecamatan Ciranjang Kabupaten Cianjur, mengelar Musyawarah Antar Desa (MAD) tentang laporan Pertangung Jawaban pengurus harian Badan Kerja Antar Desa (BKAD) & pengurus harian UPK Ciranjang, Rabu (08/01).

MAD tersebut dilaksanakan di aula Kantor UPK dan dihadiri Kasi PPM sebagai wakil Camat Ciranjang, para kepala desa, Kaur Ekbang Desa dan para BKAD yang ada di Kecamatan Ciranjang.

Kasi PPM Kecamatan Ciranjang, Tatin Supriatin menjelaskan, dirinya menghadiri kegiatan ini merupakan suatu kewajiban pihak kecamatan. Karena kinerja UPK dan BKAD selama satu tahun harus dipertangung jawaban dengan membuat laporan yang transparan.

Utamanya mengenai tata cara pengelola keuangan yang digulirkan, dipinjamkan pada kelompok masyarakat perempuan  yang ada diseluruh desa Kecamatan Ciranjang. Kelompok peminjam tersebut, diberi nama Simpan Pinjam Perempuan (SPP).

Pinjaman dana yang dikelola UPK kedepannya diharapkan akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Selain itu juga  mampu menekan angka peminjam pada rentenir liar yang bunganya berlipat ganda.

Maka dengan adanya itu, pihak UPK dan BKAD diharapkan mampu memberikan pembinaan pada seluruh  kelompok SPP. “ Terutama pada mereka yang pembayarannya kurang lancar apalagi pembayarannya macet total,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua UPK Kecamatan Ciranjang Yudha Arfachsyadz menambahkan, pihaknya merasa bersyukur telah melaksanakan rapat laporan pertangung jawaban kinerja BKAD dan Pertangung Jawaban kinerja UPK dengan baik, tertib aman dan lancar. Bahkan juga seluruhnya bisa diterima semua pihak.

Karena itu, pihaknya merasa optimis. Kedepannya UPK Ciranjang akan lebih maju, berhasil dan mampu melaksanakan program SPP yang telah disepakati bersama. Khususnya untuk penambahan kompak SPP disetiap desa.

Kini jumlah kelompok SPP yang ada di seluruh desa di Kecamatan Ciranjang, sebanyak 136 kelompok. Sedangkan yang aktif hanya sebanyak 112 kelompok. Sedangkan sebanyak 24 kelompok, kurang lancar. Malahan ada kelompok yang pembayaran pinjamannya macet total.

“ Kedepannya selain akan dibenahi juga akan dibentuk kelompok SPP baru, yang rencana pembentukan kelompoknya akan dilaksanakan dengan cara selektif, dibina dengan berkesinambungan, supaya perguliran pinjamannya lancar,” ucap Yudha Arfachsyadz.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here