Pedagang bengkuang di lapang Huve selalu dibanjri pembeli, apalagi setelah upacara bubar

Liputan : Sam AS

Cianjur, metropuncaknews.com – Upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI di Kecamatan Bojonpicung Cianjur Jawa Barat, nampaknya membawa berkah bagi pedagang Bengkuang. Betapa tidak, sebelun upacara bubar, para pedagang Bengkuang telah diserbu pembeli. Baik oleh peserta upacara mau pun masyarakat sekitar yang datang ke tempat upacara hanya untuk sekedar nonton.

Karena itulah, setiap upacara peringatan HUT Kemerdekaaan RI di gelar di lapang sepak bola Huve,  Desa Neglasri, Kecamatan Bojongpicung, nyaris dipadati pedagang Bengkuang. Hal itu terjadi bukan pada tahun ini saja. Tapi sudah terjadi sejak puluhan tahun yang lalu. Hingga menjadi ciri khas jajanan 17 Agustus di Kecamatan Bojongpicung.

Salah seorang warga Bojongpicung Tuti Suparti mengatakan, setiap upacara 17 Agustus, pedagang Bengkuang di temapat upacara begitu menjamur. Hingga ada ungkapan, setelah upacara tak membeli Bengkuang, ibarat sayur tanpa garam. “ Kurang afdol, rasanya seperti ada yang kurang,” tutur Tuti.

Mungkin, lanjut Tuti, karena setelah bubar upacara suasanya terasa panas dan haus. Hingga sesampainya di rumah bisa langsung bikin rujak uleg dicampur Bengkuang. Bukan hanya itu saja, bagi kaum wanita khusnya para pemudi, biasanya Bengkung tersebut dijadikan untuk menghaluskan wajah. Dibuat imasker untuk  menutupi kulit muka, karena seharian telah kepanasan.

“ Dimasker dengan parut bengkuang, akan mampu menghaluskan kulit muka, karena selain mengandung serat yang cukup banyak juga mengandung vitamin C, yang  mampu memperharus kulit wajah,” ucap Tuti.

Sementata itu, salah seorang penjual bengkuang, warga Desa Sabandar Kecamatan Karangtengah, Ujang  Atip (35) mengatakan, berjualan bengkoang pada upacara 17 Agustus di lapang Huve, Kecamata Bojongpicung, dilakukan tiap tahun. Atip jualan bengkuang bersama orang tua dan kakaknya. Setiap orang mampu menjual 2 kwintal bengkuang.

Sedangkan yang berjualan bengkoang sekarang ini sebanyak 8 orang dengan masing-masing berjualan sebanyak 2 sampai 3 kuwintal perorangnya. Jualan bengkuang dimulai sehari sebum pelaksanaan upacara perayaan 17  Agustus.

Menurut Atip, tempat yang biasa dipakai jualan para pedagang bengkuang pada 17 Agustus adalah, di lapang Huve Bojongpicung, lapang  Alun-Alun Cibeber, Mande, Cikalong dan lapangan lainnya yang ada di wilayah Cianjur Selatan.

“ Dari sekian banyak tempat yang biasa dipakai berjualan bengkuang, di Lapang Huve inilah yang paling laris, Semoga saja ini bisa terus berlanjut agar saya bisa menafkahi anak istri,” harap Atip.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here