Syukuran dengan makan nasi liwet disepanjang jembatan yang baru selesai dibangun

Laporan : Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Ratusan warga dari dua desa, yakni Desa Naringgul dan Wanasari Kecamatan Naringgul, berkumpul menggelar acara peresmian pembangunan jembatan Citeurup-Cipandak, Senin (18/2) lalu.

Jembatan sepanjang 36 m dengan  lebar 3 m, baru selesai dibangun setelah puluhan tahun kondisinya mengkhawatirkan. Hari itu, jembatan dipadati warga dengan masing-masing membawa satu kastrol nasi liwet, untuk makan bersama.

Uniknya lagi, ratusan warga tersebut, menyantap 300 kastrol nasi liwet bersama-sama di sepanjang jembatan yang baru selesai dibangun itu. Acara pun berlangsung meriah dan dapat dikatakan sukses. Nampak hadir dalam acara peresmian jembatan tersebut unsur Muspika Naringgul.

Berdasarkan pantuan awak media di lokasi peresmian, ratusan warga nampak sangat antusias merayakannya. Karena diakui warga, kurang lebih sudah hampir 20 tahun lamanya warga menantikan adanya perbaikan jembatan tersebut. Kini warga bisa merasakan adanya jembatan permanen yang bisa dilalui oleh kendaraan roda empat.

Salah seorang warga Desa Wanasari, Naringgul, Cianjur Selatan, Sarjono (55) mengatakan, dirinya bersama warga lain sangat merasa senang. Karena baru merasakan kemerdekaan ditahun sekarang. Artinya baru bisa menikmati adanya jembatan permanen yang bisa dilalui oleh kendaraan roda empat.

Sarjono juga mengatakan, dirinya dan warga sangat senang sekali dengan selesainya pembangunan jembatan Citerup-Cipandak ini. Sehingga warga khususnya warga Desa Wanasari, seakan bisa merasakan kemerdekaan yang sudah hampir 20 tahun terisolir.

“ Karena itu sangatlah wajar, jika dalam merayakan syukuran ini, kami membawa 300 kastrol nasi liwet yang masing masing warga 1 kastrol nasi liwet untuk disantap bersama-sama,” ucapnya.

Lebih lanjut, Sarjono menyampaikan ucapan terima kasih pada Pemerintah Desa Wanasari, serta pemerintah pusat yang sudah membangunkan jembatan Citerup-Cipandak ini.

” Kami ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada pemerintah desa dan pusat, yang sudah mengelontorkan anggran, untuk pembangunan jembatan ini dan kini sudah terasa manfaatnya, sekarang tidak akan ada lagi, membawa orang yang akan melahirkan atau yang sakit ditandu-tandu seperti dulu,” bebernya dengan wajah sumringah.

Sementara, Kepala Desa Wanasari Upid Syaripudin, saat ditemui setelah acara berlangsung  mengatakan, acara syukuran jembatan itu, murni antusias warga desanya.  Sehingga dengan mengadakan acara makan bersama diatas jembatan dianggapnya sebagai awal dari kemakmuran.

” Betul ada ratusan warga  yang hadir dengan membawa 300 kastrol nasi liwet, sebagai ungkapan rasa syukurnya atas selesainya pembangunan jembatan Citerup-Cipandak,” kata dia.

Upid melanjutkan, wajar saja warga sangat mengantusiasinya. Sebab sudah hampir 20 tahun lamanya, belum merasakan merdeka. Kini ditahun inilah  dengan adanya anggaran Dana Desa (DD), kami bisa membangun jembatan yang panjangnya hampir 36 m dengan lebar 3m dengan  menghabiskan anggaran Rp. 1,3 miliar. “ Itupun anggarannya dibantu oleh Desa Naringgul. Kalau diperhitungkan dari Desa Wanasari 70% dan Desa Naringgul 30%,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here