Umbara (membawa bendera) saat tiba di perbatasan Cianjur- Bandung Barat

Laporan : Sam AS

Cianjur, metropuncaknews.com – Sukma Umbara (31), salah seorang guru honorer Katagori 2 (K2) yang mengabddi di SDN Cadasngampar, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, nekat berjalan kaki dari Kabupaten Indramayu menuju Jakarta. Hal itu dilakukan, konon katanya untuk mewakili aspirasi seluruh guru honor K2 pada Presiden Jokowi.

Karena pada saat kampanye Pilpres 2014, berjanji akan mengangkat guru honorer K2. Namun hingga kini belum ada realisasinya. Karena itu, aksi jalan kaki tersebut akan diteruskan dengan unjuk rasa dalam  skala nasional yang rencananya akam digelar pada 30 Oktober 2018 mendatang di Jakarta.

Sukma Umbara saat ditanya metropuncaknews.com mengaku, dirinya nekat jalan kaki dari Kabupaten Indramayu sejak 15 Oktober dan sekarang Minggu (21/10) sekira pukul 16.00 WIB, sampai di batas Kabupaten Cianjur-Bandung Barat. Tepatnya di rest area Haurwngi, Cianjur. Umbara berharap. Tiba di Jakarta pada Senin (31/10).

Umbara menegaskan, aksinya itu dilakukan merupakan keinginan sendiri dan membawa aspirasi dari seluruh guru honor K2 se Indonesia. Karena guru honor K2 telah lama belum ada pengangkatan untuk menjadi guru ASN. Hingga tidak sedikik guru honor K2 yang sudah lanjut usia, masih tetap bertahan menjadi guru honoler di setiap SDN yang ada di Indonesia. Maka dengan adanya aksi jalan kaki, diharapkan Presiden Joko Widodo mau mendengar dan mau mengangkat guru honor K2 yang ada di Indonesia.

Selain itu, pihaknya mengucapkan terima kasih pada seluruh guru honor K2 yang lokasi kecamatannya di Jawa Barat dan DKI yang  lokasinya berada di pinggir jalan raya Nasional. Khususnya di Kecamatan Haurwangi, Bojongpicung, Ciranjang, Sukaluyu, Karangtengah dan Kecamatan/Kabupaten Cianjur yang telah ikut peduli menyambut dirinya, memberikan suport, semangat dan memberikan sedikit dana untuk biaya makan diperjalanan menuju Jakarta.

Sementara itu, Ketua MPC FHK2PC  Kecamatan Haurwangi Cianjur, Asep Kusnadi mengatakan, dengan nekatnya guru honor K2 Sukma Umbara dari Kabupaten Indramayu ke Jakrta, berjalan kaki sejauh kerang lebih 200 Km, sambil membawa panji merah putih dan panji PGRI, hal itu benar merupakann suatu kepedulian terhadap seluruh guru honor K2.

Karena sudah lama tidak adanya pengangkatan menjadi guru ASN. Padahal, Jokowi pada kampanye Pilpres 2014 yang disaksikan anggota DPRI Diah Pitaloka di Bandung, sempat menjanjikan akan mengangkat guru honor K2. Namun hingga kini belum juga diangkat. Maka dengan adanya aksi jalan kaki Sukma Umbara, semoga Presiden Jokowi mampu mengangkat seluruh guru honor K2. “Kkarena pejalan kaki tersebut benar positif membawa aspirasi guru honorer K2 se Indonesia,” ucap Asep.

Dilain pihak, Ketua Mascab Laskar Merah Putih Kabupaten Cianjur,  Vika Silviah mengatakan, dengan adanya salah seorang guru honorer K2 berjalan kaki dari Indramayu menju Jakarta, itu memang membawa aspirasi seluruh guru honoler.

Karena telah lama guru honoler K2 tidak diangkat angakat menjadi guru ASN. Hingga, Sukma Umbara nekad  berjalan kaki sejauh kurang lebih 200 km. Saat tiba di perbatas Cianjur-Bandung Barat, nampak Umbara sudah kecapaian dan lelah. Hingga muntah muntah saat intirahat di Gedung Canang PGRI Cipatat Bandung Barat.

Biarpun seperti itu, terus berjalan menuju Cianjur dan di batas Kabupaten tepatnya di Rest Area Citarum, disambur antusias  pengurus Laskar Merah Putih Mascab Cianjur dan ratusan guru honor dari Kecamatan Haurwagi. Umbara diantar sampai batas Kecamatan Haurwangi, Ciranjang dan terus estapet setiap kecamatan yang ada disetiap batas kecamatan.

“ Tidak hanya itu, guru honor K2 rencananya pada 30 Oktober 2018 mau melakukan unjukrasa dengan skala Nasional di Senayan Jakarta,” kata Vika Silviah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here