Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Kesal dengan adanya galian C yang tak memiliki ijin, puluhan warga Kampung Pasir Suren, gruduk kantor Desa Mulyasari Kecamatan Cilaku Kabupaten Cianjur, Jum’at (07/08) kemarin.

Hal itu mereka lakukan lantaran sudah merasa dikecewakan oleh pemerintah desanya sendiri.

Bagaimana tidak, galian pasir yang diduga kuat tak memiliki ijin tersebut sudah beroperasi/menambang pasir. Hal itu dianggap sangat merugikan warga.

” Kami kecewa dijanjikan terus oleh pemerintah desa, Kades wajib bebas dari interpensi suami, segel galain pasir dan bekonya, ” kata massa dengan suara lantang saat melakukan aksi pada Jumat (07/08) kemarin.

Terpantau dilokasi unjuk rasa kemarin siang, massa terlihat semakin kesal lantaran Kepala Desa Mulyasari tidak berada ditempat.

Guna menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan, pihak Kepolisian Sektor Cilaku pun segera datang ke lokasi aksi tersebut.

Untuk meredam kekesalan massa, pihak kepolisian berusaha menengahinya. Karena menurutnya semua permasalahan bisa diselesaikan secara musyawarah.

” Setelah pihak kepolisian datang ke TKP, kami berusaha meredam kekesalan massa, semua bisa teratasi dengan cara musyawarah/audien bersama,” kata Kanit Binmas Polsek Cilaku menyampaikan melalui pesan whatsappnya, Sabtu (08/08) pagi.

Ia pun menambahkan, massa membubarkan diri dengan permintaan sebagai berikut, sekurangnya selama tiga hari alat berat (beko) harus dipulangkan galian harus kosong. Artinya jangan sampai masih ada di Desa Mulyasari. “ Kemudian harus diadakan kembali audensi antara perwakilan yang dihadirkan yaitu Ketua BPD, Pak H Dadang juga Ibu Kades dan soal surat menyusul,” terangnya.

Sementara saat dihubungi via telepon sellular, sekretaris Desa Mulyasari, Yayah membenarkan, massa membubarkan diri sekira pukul 10.00 WIB, setelah menyepakati hasil auden bersama antara pihak desa dan masyarakat yang diketahui pihak kepolisian.

” Untuk massa sendiri tidak diketahui berapa jumlahnya, namun jika dilihat dari kerumunannya ada kurang lebih 50 orang. Dan mereka pun membubarkan diri setelah menyepakati kesepakatan bersama,” katanya.

Yayah melanjutkan, beruntung aksi tersebut tidak berlangsung lama, dari sekira pukul 09.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB aksi massa tersebut sudah selesai.

” Terimakasih kepada pihak kepolisian sektor Cilaku khususnya yang sudah menengahi adanya aksi massa tersebut, mudah-mudahan bisa segera ada jalan keluarnya,” ungkap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here