Masa Tolak keberadaan LGBT di Cianjur

Laporan : Shandi/R.Dhany

Cianjur, metropuncaknews.com – Ribuan massa melakukan aksi unjuk rasa (unras) penolakan terhadap keberadaan LGBT di Kabupaten Cianjur. Unras tersebut dilakukan di halaman gedung DPRD Kabupaten Cianjur, Selasa (22/10).

Penolakan tersebut dilakukan massa dari Keluarga Besar Persatuan Islam (Persis), Badan Otonom Kabupaten Cianjur, serta para santriawan-santriawati pesantren Persis 04 Cianjur Jawa Barat.

Unras itu dilakukan, melihat maraknya ulah LGBT di media sosial (medsos) di Kabupaten Cianjur yang jumlah anggotanya mencapai ribuan orang. Karuan saja hal itu  menyulut api amarah warga.

Kordinator lapangan dan penggagas aksi dari Pemuda Persatuan Islam, Agung mengatakan. tingginya data dari KPA (Komisi Penanggulangan Aids) Kabupaten. Cianjur dari tahun 2017 sampai tahun 2018, jumlah LGBT itu meningkat skitar 40%. “ Dari yang semula berjumlah 2.000 kini menjadi 4.800 penderita”,  kata Agung.

Hal tersebut, semakin memanas setelah bermunculan berita-berita di media online dan cetak lokal beberapa pekan terakhir. Ini jelas semakin memicu keresahan warga.

” Ya, dengan adanya pemberitaan tersebut jelas sangat mencoreng nama baik umat Islam Cianjur, karena hal itu tentu sangat bersebrangan dengan slogan Cianjur sebagai kota santri, Cianjur lebih maju dan agamis yang menjadi visi misi pemda Cianjur,” ucap Agung.

Lebih lanjut Agung mengatakan, tujuan dari digelarnya aksi tersebut tak lain untuk mendesak Pemda Cianjur, supaya dalam menyikapi polemik yang serius tentang LGBT khususnya di Kabupaten Cianjur, adalah dengan segera menerbitkan Perda atau Perbup larangan LGBT di Cianjur.

Terakhir dikatakan Agung, Insya Allah Persatuan Islam khususnya Pemuda Persis Cianjur, akan turut serta membantu memberikan pencerahan dari sisi agama.

Bersyukur aksi yang mereka lakukan mendapat respon positif dari anggota Dewan Kabupaten Cianjur.

Menanggapi aksi tersebut Asep Sopyan Komisi IV DPRD Cianjur dari Fraksi partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan, pihaknya cukup prihatin dengan data yang muncul di Kabupaten Cianjur. Jika memang benar, permasalahan ini menjadi sebuah ancaman pada pemerintah daerah. “ Karena itu, dewan juga harus melakukan regulasi pendekatan dan pencegahan dalam upaya preventif, untuk mengurangi meningkatnya LGBT di Cianjur ini,” ucapnya.

Lanjutnya, selain itu pihaknya juga perlu data yang akurat. Dimana titik-titiknya dan simbol apa saja yang mereka gunakan. Apalagi kemarin muncul issu tren LGBT tingkat remaja dan anak sekolah.

“ Maka dari itu kami harus melakukan pendekatan yang sifatnya edukatif supaya mereka paham,” tandasnya.

Semakin bermunculan isu tidak sedap di Kabupaten Cianjur, sebetulnya pemerintah daerah sudah cukup sigap menyikapinya. “Seperti halnya dengan membentuk Komisi Penanggulangan AIDS (KPA),” kata Sekretaris KPA, Hilman menambahkan.

Ditemui seusai audien, Sekretaris Komisi IV Hj. Istinganah dari fraksi  PKS mengatakan, nanti pihaknya akan mencarikan solusi buat mereka. “ Saya yakin pelaku LGBT juga banyak yang gak nyaman ya dengan keadaannya kayak gitu. Pasti ada yang ingin sembuh, kita akan terus mencarikan solusi-solusi mungkin dari sisi kesehatannya dari segi mentalnya begitu,” tuturnya.

Ia berharap, pihaknya bisa memberikan solusi untuk semuanya masyarakat Cianjur. Baik yang LGBT ataupun yang semi LGBT begitu. “ Makanya agar tidak menular kepada yang lainnya, akan kita antisipasi terus dan mudah-mudahan mereka segera sadar,”  pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here