Parapolitisi di Kecamatan Naringgul Cianjur Selatan, berkumpul mengikuti pleno dengan damai

Laporan: Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com– Sejumlah tokoh partai politik se kecamatan Naringgul, hadiri Sidang Pleno yang digelar PPK Naringgul, Cianjur Selatan, Jawa Barat.

Hal tersebut membuktikan, perbedaan bukanlah suatu perpecahan, melainkan ciri atau lambang negara kesatuan dan persatuan.Yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)..

Kepada awak media, Minggu (21/4), Iwan Buho (38) anggota PAC PDI Perjuangan Kecamatan Naringgul mengatakan, demokrasi itu hak setiap warga negara untuk berbeda-beda pilihan. Tapi bukan berarti harus berpecah belah apalagi bermusuhan.

“ Yah inilah indahnya hidup di negara yang menganut demokrasi, perbedaan itu tandanya kemajuan negara, tapi satu hal yang perlu kita ingat ‘Indonesia Itu Lebih Penting Dari Yang Lain’. Memang Pemilu ini sangat melelahkan. Namun bagi kami PAC PDIP Kecamatan Naringgul apapun hasilnya itu yang jelas itu sudah merupakan  pilihan rakyat,” kata iwan.

Lanjutnya, mengenai hasil siapa presiden dan wakil presidennya? mari kita sama-sama menunggu keputusan yang sudah putuskan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat.

“ Jadi ngapain kita harus menggiring opini untuk bermusuh-musuhan, perpecahan gara-gara beda partai dan beda pilihan. Harusnya kita sesama anak bangsa mensyukuri bahwa hidup di negara yang menganut demokrasi,” ujarnya.

Terakhir, sebagai bangsa yang baik seharusnya pesta demokrasi itu dijadikan pestanya rakyat dalam memilih dan bukan menjadikannya ajang pertengkaran dan perpecahan. Walaupun pandangan politik berbeda-beda, tapi tetap harus bersahabat menjaga kultur budaya adat tradisi, khususnya warga masyarakat kecamatan Naringgul dan umumnya Cianjur dalam beretika berbangsa dan bernegara. Termasuk menjunjung kebhinekaan serta menjaga keutuhan Pancasila.

Hadir pula dalam rapat pleno tersebut, Ketua PAC Partai Demokrat Asep Jenal (49). Menurutnya, perbedaan bukan berarti harus terpecah belah. Justru inilah nilai dari sebuah pembelajaran berpolitik yang baik di negara demokrasi.

Asep Jenal juga mengatakan, perbedaan bagi dirinya merupakan  keindahan untuk menunjukan kekompakan. Apalagi di Kecamatan Naringgul tempat kelahiran kita. Di Naringgul ini kita harus bisa menjadi contoh tokoh politik yang bisa mengajak saudara-saudara kita menjadi warga yang lebih paham dalam berpolitik.

“Meski dengan berpolitik kita tetap harus bisa melahirkan putra-putri terbaik yang bisa mengangkat nama baik daerah khususnya Naringgul,” tuturnya.

Lanjut Asep, tujuan kedepannya supaya putra-putri daerah ini tahu, bagaimana caranya bisa duduk di kursi legislatif untuk memajukan daerah. “ Dan memang saya pun mengakui sangatlah berat, tapi kalau tidak ada dukungan dari semua lapisan masyarakat,” ujarnya.

Asep berpesan, kedepannya dalam berdemokrasi kalau masih seperti ini, artinya hanya dijadikan sebagai ajang perpecahan dan permusuhan. “ Rasanya sulit untuk berkembang. Karena Pemilu yang demokrasi itu adalah Pemilu yang berbeda-beda dan rakyat memilih,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here