Laporan : Sam Apip

Cianjur, metropuncaknews.com – Beberapa kayu besar, rumpun bambu dan sampah yang nyangkut di tiang tengah jembatan penghubung antara Kampung Pasir Angin Desa Nanggalamekar, Ciranjang, dengan Kampung Sukamanah Desa Hegarmanah, Kecamatan Bojongpicung, Cianjur, dievakuasi dan dibersihkan Tim SAR Brimob Batalyon B Pelopor. Evakuasi kayu dan sampah tersebut dibantu anggota Polsek, Relawan Tanggap Bencana (Retana) Bojongpicung dan seluruh warga Kampung Pasir Angin serta warga  Sukamanah.

Evakuasi kayu, bambu dan sampah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi bila terjadi banjir bandang. Arus air akan lancar dan tidak akan meluap pada permukiman warga sekitar.

Danton Tim SAR Brimob Batalion B Pelopor, Aipda Gordon Sitorus menjelaskan, kegiatan sosial kemanusiaan itu dilakukan, pasca bencana banjir petang kemarin. Hal itu dilakukan secara atas dasar perintah pimpinan.  Tanpa adanya permintaan dari pihak masyarakat  atau dari pihak manapun. Tapi Tim SAR langsung turun ke lokasi kejadian membantu masyarakat banyak.

Evakuasi berjalan lancar. Tim SAR tidak kesulitan mengerjakan semua itu. Hanya untuk mengevaluasi kayu besar dan bogol rumpun bambu perlu atat seperti gergaji simso.

Supaya seluruhnya bisa dievakuasi sampai ke darat. Untuk sementara kayu besar dan bogol rumpun bambu masih ada di pinggir kali Ciranjang. Namun hal itu sudah ditangkap aman. Karena selain diikat tambang besar juga nantinya akan dijadikan kayu bakar oleh warga setempat.

Diharapkan pada seluruh warga Kampung Pasir Angin dan warga Kampung Sukamanah yang rumahnya dekat pinggir kali Ciranjang, agar waspada. “ Karena takut terjadi adanya banjir susulan,” kata  Gordon Sitorus.

Sementara itu, Kanir Sabara Polsek Bojongpicung Ipda Sutaryo menjelaskan, pihaknya ikut peduli dan ikut andil mengevaluasi pohon, bambu dan sampah yang menyangkut di tiang tengah jembatan.

Itu merupakan kepedulian pihak jajaran Polsek dan ikut serta anggota Koramil, Retanas Bojongpicung dan masyarakat setempat. Adanya bencana banjir bandang kemarin, pihaknya merasa khawatir dan merasa iba terhadap masyarakat setempat. Karena itu diharapkan pada seluruh Ketua RT/RW untuk memantau keadaan lingkungan yang terkena dampak banjir. Karena setelah terjadinya banjir selalu disusul dengan adanya penyakit diare, gatal gatal dan flu.  

“ Bila hal tersebut ada maka segera melapor pada pihak desa setempat yang nantinya akan ditindak lanjuti oleh pihak kesehatan setempat,” jelas Sutaryo.

Dilain pihak, Ketua RT 01/13 Warga Kampung Pasir Angin, H Unang Sopiandi mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih pada Tim SAR Brimob Batalyon B Pelopor, Pihak Polsek, Koramil, Retana Bojongpicung yang telah peduli mengevaluasi pohon besar, rumpun bambu dan sampah yang nyangkut di tiang tengah penyangga jembatan. Hingga pasca banjir bandang situasi kondisi di sekitar lingkungan kali Ciranjang menjadi bersih.

Namun semalam tiang tengah penyangga jembatan masih ada. Tentu saja hal itu membuat riskan warga sekitar. Karena selain hujan deras juga lama, tiang tembatan menjadi pemicu terjadinya luapan arus air banjir bandang.

Karena itu pihaknya meminta pada pihak Desa Nanggalamekar, Ciranjang dan pihak  Desa Heragarmanah Bojongpicung, lakukan  koordinasi untuk membangun jembatan baru tanpa adanya tiang tengah,” kata Unang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here