Dua rumah panggung ludes dilalap Si Jago Merah

Laporan : Sam Apip

Cianjur, metro puncaknews.com – Puting Beliung merusak puluhan bangunan rumah milik warga Desa Jatisari Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur, Jumat (11/01). 

Tidak hanya di Kecamatan Sukaluyu saja, ternyata hujan deras disertai angin kencang puting beliung, Jumat 11/01 sekira Pukul, 16,30 WIB, ambrolkan belasan  bangunan rumah milik warga Kampung Pasir Terong, Pasir Kalapa dan Kampung Cidukuh RW 05, Desa Jatisari, Kecamatan Bojongoicung, Cianjur. 

Kejadian ambruknya belasan rumah, tentu saja membuat panik dan takut. Karena di wilayah Desa Jatisari hampir tiap musim terjadi  puting beliung, yang membuat dampak negatif terhadap masyarakat.  Seperti ambruknya bangunan rumah. 

Salah seorang waega Desa Jatisari, Iyep Saleh menjelaskan, hujan turun lebat beserta angin puting beliung yang terjadi pada sekira pukul 16.30 WIB. Karuan saja hal itu membuat seluruh warga terlihat kaget dan panik. Maka sekemampuan doa, dzikir, shalat dan adzan terus dikumandangkan.

” Setelah hujan dan angin reda, ternyata banyak rumah warga yang gentingnya berterbangan, ambruk, tertimpa batang pohon, pada kejadian tersebut tidak ada korban jiwa,” ucap Iyep Saleh. 

Sementara itu, Pjs Kepala Desa Jatisari, Agus Saepudin menambahkan, pihaknya mengetahui adanya angin beliung itu, adanya laporan dari warga setempat. Karena saat itu pihaknya masih berada di Kantor Desa Jatisari. 

Setelah mendapat laporan tersebut, maka saat itu pula pihaknya dibarengi aparatur desa, langsung menuju lokasi kejadian. Hingga mampu mendata bangunan rumah yang terkena dampak angin beliung. Seperti halnya, di Kampung Pasir Terong 01/05, rumah milik H. Rahmat rusak berat. Rumah Ida dan Ujang Suherman rusak ringan, Atang rusak ringan, Entang Syaripudin rusak berat. 

Di Kampung Pasir Kalapa 02/05, rumah milik Musta rusak ringan. Rumah milik Rusmana rusak ringan dan di Kampung Cidukuh 05/05. Demikian juga rumah milik Andi, Asep Saepuloh  dan Solihat  rusak ringan.

“ Adanya kejadian tersebut, kami ikut prihatin dan semoga saja semua itu diberi ketabahan, tawakal, kesabaran dan semoga bangunan rumahnya yang ambruk dapat dapat segera diperbaiki,” kata Agus.

Sementara diperoleh kabar, 3 unit umah panggung  ukuran luas yang berbeda.  Masing masing, rumah ukuran 5×6 meter milik Said (55), rumah panggung ukuran 6 x6 meter, milik Dede Awaludin (26) dan rumah panggung ukuran 7×5 meter, milik Ade Sodikin (60), warga Kampung Gandaria, RT03/03, Desa Sukajaya, Kecamatan Bojongpicung, Ciajur, Jumat 11/01, sekira pukul 17,00 WIB, hangus jadi arang terbakar api. Pada kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Hanya menderita kerugian material seluruhnya diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Informasi yang dapat dihimpun awak media, kebakaran terjadi mulanya titik api muncul dari bagian atap rumah milik  Said. Diduga berasal dari kosleting listrik yang dipicu dari sambaran petir. Karena sebelum terjadi kebaran terlebih dahulu terdengar suara petir yang menggelegar. 

Tak lama kemudian kobaran api membumbung tinggi yang langsung  menjalar dengan cepat pada  bangunan rumah milik Dede Awaludin. Hingga kedua rumah tersebut ludes jadi arang. Sedangkan rumah pangung milik Ade Sodilin hanya bagian atap belakangnya saja yang hangus. Karena saat itu banyak warga setempat yang berusaha memadamkan kobaran api dengan alat seadanya. “ Sekitar pukul 18,00 Wib kobaran api baru bisa dijinakan,” ucap Ai Koyah yang diamini Yayah, warga setempat. 

Sementara itu, anggota Polsek Bojongpicung Ipda Sutaryo mengatakan, memang di Kampung Gandaria Desa Sukajaya telah terjadi kebakaran. Kejadian tersebut, telah dilaporkan pada Polres Cianjur dan pada dinas instansi terkait. 

“ Peristiwa bencana alam puting beliung, tidak hanya terjadi di beberapa kampung di Desa Jatisari, saja. Tapi pada waktu yang sama terjadi bencana alam puting beliung yang memporak porandakan belasan rumah milik warga di Kecamatan Sukaluyu,” ucapnya.  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here