Tiga sumber mata air di Cageunang

Laporan : Shandi/R Dhany

Cianjur, metropuncaknews.com – Kebutuhan akan air bersih memang perlu diprioritaskan oleh siapapun dan dimanapun berada. Karena itu, keberadaan sumber air bersih atau yang akrab disebut “Mata Air”, selalu diburu warga, khususnya warga yang berada sekitar sumber mata air tersebut.

Berbicara masalah sumber air bersih, di negara tercinta ini, ada berbagai sumber air yang bisa ditemukan. Baik yang buatan maupun terjadi secara proses alami.

Satu diantaranya adalah, adanya tiga mata air bersih. Ketiga mata air bersih itu berada di Kampung Cageundang RW.04, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur Kota Kabupaten Cianjur Jawa Barat..

Di lokasi tersebut, terdapat mata air yang mengalir keluar dari dasar perut bumi. Airnya jernih, bersih dan bisa dimanfaatkan oleh warga untuk keperluan sehari-hari. Bahkan salah seorang warga menuturkan, konon katanya, keberadaan sumber mata air itu sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu.

Salah seorang warga setempat, Eeng (35) mengatakan, mata air tersebut posisinya berada di tengah sungai dan dihimpit pesawahan. Namun, airnya tidak pernah kotor dan bau. Bahkan selalu subur tidak pernah kekeringan, karena mata air selalu keluar dari perut bumi.

“ Keberadaannya pun bisa dikatakan sudah hampir ratusan tahun yang lalu. Dan hingga saat ini, airnya tetap masih jernih dan bersih sehingga bisa dipakai oleh warga untuk keperluan sehari-hari,”  ujar Eeng (35), saat ditemui awak media di lokasi, Minggu (18/11).

Lanjut Eeng, saat ini warga membutuhkan adanya bantuan pembangunan fisiknya. ” Kalau airnya kan sudah ada, jadi nggak perlu melakukan pengeboran lagi. Sehingga kalau ada kucuran bantuan anggaran bisa lebih irit pengeluaran, dan itu pasti akan terpakai secara berkelanjutan,” ujarnya diamini, Ricky (36) dan, Ilham (20) yang juga masih warga setempat.

Menyikapi hal tersebut Agus Iwan (40) salah seorang tokoh pemuda setempat, membenarkan adanya mata air yang jumlahnya ada tiga titik yang jaraknya berdekatan.

” Mata airnya kan sudah ada jadi tinggal pembangunan tempat mandi, cuci, Kakus (MCK), karena selama ini tempatnya kan masih terbuka. Nah maka dari itu, warga meminta kepada pihak terkait untuk segera mengalokasikan anggaran untuk pembangunan MCK di lokasi tersebut,”  kata Agus.

Untuk mensiasati pembangunan MCK tersebut, Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM), tinggal menjemput bola untuk mencari donatur. Baik itu melalui Pemerintah Daerah (Pemkab) Cianjur, dinas terkait ataupun para donatur.

“ Segenap warga sebenarnya sangat mendukung sekali dengan adanya program pembangunan air bersih, namun sangat disayangkan, ketiga mata air bersih itu, tidak dimanfaatkan sebaik mungkin oleh pemerintah untuk memfasilitasikenutuhan masyarakat,” ujar Agus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here