Liputan : Yatiman

Subang, metropuncaknews.com – Sejak   6 Juni 2018 Ade Diding Sugandi ditahan penyidik Satreskrim Polres Subang. Ade Diding ditahan atas kasus penipuan dan penggelapan sesuai dengan LP-B/08/I/2018/JBR/RES SBG tanggal 7 Januari 2018 dengan  pelapor  Rumondor Afiantho.

Pada tanggal  11 Juni 2018 jam 04.15 WIB Ade Diding Sugandi dinyatakan meninggal dunia di RSUD Subang.

Atas meninggalnya Ade Diding Sugandi tersebut,  maka telah ditetapkan sebanyak 13 (tiga belas) orang tahanan yang menjadi tersangka berdasarkan Laporan Polisi nomor : LP-A/266/VI/2018/JBR/RES SBG tanggal 11 Juni 2018 dengan pelapor an. Brigadir Aditya Pradana,

Dari kejadian kasus Tindak Pidana tersebut didapat nama-nama yg ditetapkan penyidik sebagai TSK, yaitu  AP, DY, H, AM, T, F, AY, ES, SU, S, U, UK dan SH

Kemudian pada Senin 11 Juni 2018 telah dilakukan otopsi jenazah an. Sdr. Ade Diding Sugandi di RS. Bhayangkara Indramayu. Hasil otopsi penyebab kematian Ade Diding Sugandi masih menunggu hasil penelitian laboratorium dari RS. Sartika Asih Bandung

Fakta-fakta yang didapat setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan adalah, tidak benar pelaku penganiayaan yang menyebabkan Ade Diding Sugandi meninggal dunia adalah anggota Polri.

Tidak benar, petugas jaga tahanan Polres Subang meminta uang dari para tahanan.

Untuk menegakan Kode Etik dan Disiplin Polri, maka Bidpropam Polda Jabar melakukan proses tindakan ketidak disiplinan yang dilakukan oleh Kasat Tahti Polres Subang beserta para petugas jaga tahanan atas kelalaiannya dalam melaksanakan tugas. Sehingga menyebabkan tahanan meninggal dunia

Untuk proses penyidikan selanjutnya, maka  terhadap para 13 ( tiga belas ) TSK akan diback up dan perkembangan kasusnya akan diambil alih oleh Dit  Reskrimum Polda Jabar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here