Laporan : Sandi/Dhani

Cianjur, metropuncaknews.com – Terkait perkara tindak pidana korupsi dana bantuan sosial pemerintah Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Jayagiri Kec. Sindangbarang, Cianjur Selatan. Unit 2 Tipidkor Sat Reskrim Polres Cianjur, berhasil meringkus tersangka berinisial PI (33).

Dalam menjalankan aksinya, tersangka PI tidak memberikan uang pencairan kepada 17 warga miskin penerima haknya. Usut punya usut PI memiliki PIN dari 17 ATM warga miskin tersebut. Alhasil, setiap pencairan antara Rp 200-300 ribu dari pemerintah pusat langsung diembatnya sampai ludes.

Dalam konfrensi pers, Selasa (26/01), di Mapolres Cianjur, Kapolres Cianjur AKBP M Rifai, S.I.K., M.Krim mengatakan, tersangka mengelabui belasan keluarga miskin ini. Perbuatannya terungkap setelah pemegang kartu ATM dan kartu pra sejahtera melakukan laporan pada pihak kepolisian.

” Tersangka ini selama dua tahun menggelapkan 17 ATM milik penerima PKH. Adapun nilai kerugiannya mencapai sekitar Rp 107 juta lebih,” kata Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, tersangka ini bukan hanya memotong lagi, tetapi langsung mengambil habis uang milik belasan warga miskin. Uangnya diambil semua, besarannya bervariasi antara Rp 200 sampai Rp 300 ribu. Selain itu, tersangka yang tercatat sebagai warga Kecamatan Sindangbarang ini, sudah melakukan skenarionya dengan matang untuk mengelabui belasan warga miskin.

” Yang terjadi ATM tidak diberikan kepada penerima. Sehingga 17 KPM menanyakan pada pemerintah desa terkait pencairan, padahal oleh pemerintah sudah dicairkan. Tetapi pada kenyataannnya tidak diberikan oleh tersangka sejak tahun 2020,” terangnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka PI ini terancam pasal korupsi. Yaitu Pasal 8 UU no 7 tahun 1999 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here