Laporan : Yatiman

Kebumen, metropuncaknews.com — Masih ingat tersangka Hartoyo (37) anak durhaka warga Desa Karanggedang Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen yang ditangkap Polres Kebumen karena diduga menganiaya ibunya hingga meninggal dunia?

Hartoyo mendapat undangan khusus dari Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan untuk datang ke ruang kerja Kapolres Kebumen. Delanjutnya tersangka yang biasa dipanggil Toyo itu dilakukan hipnoterapi investigasi for trauma healing, Rabu (15/7).

Rudy mengatakan, hal itu dilakukan agar dikemudian hari tersangka bisa berubah menjadi orang yang lebih baik dan lebih produktif. 

” Kami lakukan pendekatan dari hati-kehati komunikasi lewat pikiran bawah sadarnya,” jelas Rudy Cahya Kurniawan.

Mula-mula Hartoyo diajak ke ruang kerja Kapolres. Selanjutnya dipersilahkan duduk. Pada posisi nyamannya tersangka, selanjutnya Kapolres memberikan hipnoterapi.

” Dari hipnoterapi ini kita ajak tersangka menceritakan kondisinya tanpa paksaan. Selanjutnya tersangka disisipi pesan Kamtibmas,” jelas Rudy. 

Ada beberapa efek dari pesan Kamtibmas yang diberikan Kapolres dari terapi itu. Pertama tersangka akan menyesali perbuatannya. 

Tersangka dikemudian hari diharapkan bisa berubah menjadi lebih baik. Kemudian akan menutup diri dan hatinya jika ada orang yang akan mengajak melakukan kejahatan. 

” Ini terbukti setelah diberikan hipnoterapi, setelah terbangun, tersangka menangis menyesali perbuatannya selanjutnya minta buku tuntunan sholat dan buku mengaji. Dia mengaku taubat,” ucap orang nomoe satu di Polres Kebumen.

Diberitakan sebelumnya, telah terjadi penganiayaan yang dilakukan anak kandung pada ibunya.

Hartoyo (37) anak durhaka warga Desa Karanggedang Kecamatan Sruweng Kabupaten Kebumen ditangkap polisi dan dijadikan tersangka setelah menganiaya ibunya Sandiyah (83) pada Selasa (23/6) sekira pukul 14.30 Wib di rumahnya. 

Korban sempat menjalani perawatan medis di RSUD Kebumen sejak  Selasa 23 Juni. Namun pada hari Selasa 30 Juni korban menghembuskan nafas yang terakhirnya di RSUD Kebumen.

Kepada polisi tersangka mengaku, melakukan penganiayaan dengan cara melempar botol minuman soda yang berisi air mengenai tepat di pelipis korban. 

Setelah korban merasa kesakitan, tersangka makin menjadi melakukan pemukulan pada bagian wajah, menarik tubuh korban dan mendorongnya hingga terpental. (Sumber : Humas Polres Kebumen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here