Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai, S.I.K., M.Krim

Laporan : Sandi/Dhani

Cianjur, metropuncaknews.com –  Kasus tindak pidana korupsi Dana Desa (DD) tahun 2019 senilai Rp 304 juta, oleh mantan Kepala Desa Bunisari Kec. Warungkondang Kab. Cianjur yang berinisial R, berhasil diungkap jajaran Polres Cianjur. Hal tersebut dikemukakan pada saat Konfrensi Pers di Mapolres Cianjur, Rabu (24/02).

Kapolres Cianjur, AKBP Mochamad Rifai, S.I.K., M.Krim., mengatakan, tertangkapnya tersangka R yang sempat menghilang setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi dana desa. Karena adanya laporan keberadaan tersangka di Desa Cijangkar Kec. Nyalindung Kab. Sukabumi.

“ Tersangka tidak menggunakan dana tersebut untuk program pembangunan di Desa Bunisari, ketika dia masih menjabat sebagai kepala desa. Dana bantuan dari pemerintah pusat tersebut, dipakai untuk memperkaya dirinya sendiri,” kata Kapolres Cianjur.

Kapolres Cianjur, menjelaskan, dana desa tahap III anggaran tahun 2019 sebesar Rp. 304 juta, seharusnya dipergunakan untuk pembangunan saluran irigasi dan jalan lingkungan tersebut, dipergunakan tersangka untuk kebutuhan sehari-hari dan memperkaya diri sendiri.

“Berdasarkan hasil pengembangan, menunjukkan bahwa tersangka melakukannya sendiri,” ujarnya.

Masih dikatakan Kapolres Cianjur, Sat Reskrim Polres Cianjur, berhasil mengamankan barang bukti dari tersangka berupa satu lembar permohonan pencairan dana desa tahap III, satu surat pernyataan pertanggungjawaban, satu surat permohonan pencairan dana transfer desa, satu bundel Perdes Desa Bunisari, pernyataan camat dan lainnya.

“ Setelah dana cair, langsung dikuasai tersangka sebagai kepala desa, akibatnya sejumlah program pembangunan yang seharusnya dilakukan terbengkalai. Sehingga sejumlah pihak termasuk warga, melaporkan perbuatan kepala desa tersebut ke pihak berwajib,” terang Kapolres Cianjur.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman 20 tahun penjara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here