Laporan : Shandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Malang nian nasib Bunga (8) bukan nama sebenarnya. Seorang anak yatim yang masih duduk di sekolah Dasar (SD) Babakansari, Kecamatan Sukaluyu. Ia menjadi korban pelampiasan nafsu bejad tetangganya, seorang pelajar di salah satu SMK di Cianjur, Minggu (23/12).

Kuasa hukum korban dari LBH Bravo Komando Cianjur, Soliamin Harahap SH alias Choky mengatakan, atas kasus pelecehan seksual yang dilalukan pelaku sudah ditangani dan diserahkan sepenuhnya pada pihak yang berwenang.

Choky  menegaskan, negara menjamin hak anak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan kriminalitas sebagai tercantun dalam UU Dasar NKRI tahun 194.

” Sekarang ini, pelecehan seksual terhadap terhadap anak semakin meningkat. Artinya jelas sangat mengancam dan membahayakan jiwa anak,” katanya pada awak media.

Ia menambahkan, jelasnya sangat merusak kehidupan pribadi dan tumbuh kembang anak. Bahkan menggangu rasa kenyamanan, ketenteraman, keamanan, dan ketertiban masyarakat.

Menurut Choky, sangsi pidana yang dijatuhkan pada pelaku pelecehan seksual maupun kekerasan seksual terhadap anak, belum memberikan efek jera dan mampu mencegah secara konprehensif terjadinya kekersan seksual terhadap anak yang lainnya.

” Sehingga perlu segera mengubah UU Nomor 23 Tahun 2002, Tentang  Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 35 Tahun 2014, Tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002, Tentang Perlindungan Anak,” jelas Choky.

Kuasa hukumnya menyebutkan, Hobir Ijudin (45), warga Kampung Rawasari RT. 01/01, Desa Babakansari, Kecamatan Sukaluyu, Cianjur, anaknya menjadi korban pelecehan seksual, telah mengadukan ke LBH Bravo Komando.

Untuk itu, LBH Bravo Komando telah memberikan bantuan hukum mendampingi dan mewakili, guna kepentingan hukum pendampingan kepada pihak Kepolisian atas dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh, IBE (18) ‘masih tetangga dekatnya’ pelajar SMK kelas XI di Cianjur.

Sementara, Pembina LBH Bravo Komando Cianjur, Bambang Adi S memaparkan, tentunya pihaknya menyambut baik dan menerima pengaduan yang notabenenya dari keluarga tidak mampu. Ada pengaduan anak di bawah umur menjadi korban pelecehan seksual, bahkan bapaknya sudah meninggal dan ibunya mempunyai kelainan.

” Menurut pengaduan, Hobir Ijudin (36) selaku paman korban yang mengadukan hal tersebut. Bunga ini, keponakannya yang masih pelajar di bangku SD, dia telah dilecehkan. Maka dari itu kita jemput bola untuk menolongnya  tanpa pamrih,” ujarnya menegaskan.

Choky menambahakan, pihaknya akan terus mendampingi sampai tuntas. Pasalnya ini menyangkut masa depan anak. Apalagi yatim, maka dari itu perlu dibantu, dan kasus ini harus dilaporkan ke Polisi serta harus dikawal sampai selesai.

” Korban merupakan anak yatim dan memang warga tidak mampu. kami berharap kepada penegak hukum agar menindaklanjuti kasus ini dengan secepatnya jangan pandang bulu,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here