Paguyuban Sumber Sari dan Dian Permai, melakukan pertemuan dengan Kapolsek, Danramil, Lurah dan Unsur Muspika Kecamatan Babakan Ciparai Kota Bandung

Liputan : Yatiman

Bandung metropuncaknews.com – Warga Sumber Sari yang tergabung dalam Paguyuban Sumber Sari dan Dian Permai, melakukan pertemuan dengan Kapolsek, Danramil, Lurah dan Unsur Muspika Kecamatan Babakan Ciparai Kota Bandung, Jumat (13/07).

Pertenuan tersebut dihadiri Kapolsekta Babakan Ciparay  Kompol Sukaryanto SE,MM, Camat Babakan Ciparai Drs Momon A.Imron, Lurah Jhon Heri , Danramil Kapten ARH Joko Lestari dan unsur Muspika Babakan Ciparai dan anggota Paguyuban/Warga Sumbersari serta Dian Permai.

Acara tersebut digelar di Rumah Makan Joglo, Perumahan Sumber Sari Babakan Ciparay Kota Bandung. Pertemuan itu dimaksudkan untuk mencari solusi atas kemacetan yang terjadi dengan adanya pasar kaget .

Camat Babakan Ciparay mengatakan , memindahkan PkL juga harus disertai solusi agar didukung semua pihak dan semua harus berpartisipasi.

Selanjutnya camat mengatakan, jika solusinya Car Free Day, itu harus ada ijin dari Walikota. Jika PKL direlokasi harus sudah ada tempat untuk memindahkan para pedagang. Agar keberadaannya para pedagang tidak mengganggu pengguna jalan dan menimbulkan kemacetan ketika berjualan karena memakan bahu jalan .

Kapolsekta Babakan Ciparay dalam sambutannya menegaskan, kegiatan pasar kaget yang berada di sekitar Jalan By Pass, khususnya yang masuk wilayah Sumber Sari sudah menggannggu ketertiban umum dan pengguna jalan raya.

Jumlahnya tiap minggu terus bertambah luber dan memakan bahu jalan.  Seumpama ada emergenci mau lewat atau ambulan yang bawa orang sakit, itu gimana. Mau lewat aja susah.

“ Saya tiap hari lewat sini macet bahkan bisa kita lihat tiap hari minggu yang jualan sudah menggunakan lahan warga yang secara otomatis juga mengganggu kegiatan warga sekitar,” ujarnya.

Hal itu jadi “Pe Er” Ketua RW 10 untuk menertibkan PKL yang ada dilingkungannya. Jadi tidak mungkin jumlah PKL yang segitu banyak tidak ada yang mengelola dan mengarahkan.

“ Saya tegaskan , jangan sampai ada kesan saya sebagai Kapolsek di Babakan Ciparai melalukan pembiaran dan seolah-olah ada saya yang mengizinkan, padahal kenal dan tahu pun tidak, saya dengan pengelola ataupun dgn para PKL nya,” ujar Kapolsek menegaskan.

Dalam pertemuan tersebut, juga membahas terkait penutupan Jalan By Pass. Tepatnya depan Griya yang dulunya merupakan akses masuk kendaraan yang dari arah barat belok kanan masuk ke perumahan atau warga yang mau berbelanja ke Griya Sumber Sari

Terkait hal tersebut, Kapolsek pun kembali menegaskan, dimana menutup dan membuka akses jalan tersebut bukan kewenangannya. Karena jalan tersebut merupakan jalan nasional jadi itu kewenangan Dishub Propinsi .

” Menutup dan membuka jalan itu bukan kewenangan saya, karena itu jalan nasional, jadi harus ke Dis Hub Propinsi. Kami hanya membantu dalam hal ini menjembatani dan menyampaikan ke pihak terkait dalam hal ini Dis Hub Propinsi,” jelas Kapolsek.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here