KAMC saat melakukan audensi dengan Disdukcapil Kab. Cianjur

Laporan : Shandi 

Cianjur, metropuncaknews.com – Sejumlah keluhan masyarakat disampaikan langsung Kesatuan Aksi Mahasiswa Cianjur (KAMC). Hal itu diungkapkan para mahasiswa  saat melakukan audensi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatat Sipil (Disdukcapil), Kabupaten Cianjur, Kamis (30/8). Mengenai hal tersebut, perwakilan Disdukcapil beralasan semua pekerjaan tergantung sarana dan prasarana yang tersedia di pusat.

Ketua KAMC, Ujang Ruslandi merasa kecewa dengan jawaban yang diberikan perwakilan Disdukcapil. Terlebih yang dijadikan kambing hitamnya adalah pusat atau kementrian.

” Semua jawaban alasannya selalu pusat, sebenarnya ada apa ini,” cetusnya.

Menurut Ujang, kalau memang pusat yang menjadi kendala, seharusnya daerah harus lebih proaktif untuk memperjuangkan warganya. Karena memang sudah menjadi tupoksi dari Disdukcapil. Selain itu, dalam mengeluarkan aturan pasti pemerintah pusat sudah menyiapkan segalanya.

” Ini sangat tidak rasional, alasan buruknya pelayanan karena kendala dari pusat,” sebutnya.

Sementara, perwakilan Disdukcapil melalui Kepala Seksi Pendataan Penduduk, Fauzi M. Rajab berkilah, pelayanan tergantung dari pusat, baik itu dari segi sarana maupun prasarana.

” Berbicara aturan, pengurusan administrasi penduduk harus selesai dalam 14 hari, tapi kami bisa menyelesaikan administrasi penduduk dalam waktu sehari, selama ada support dari pusat,” kilahnya

Lebih rinci, Fauzi menerangkan support yang dimaksud seperti blanko, tinta, dan koneksi jaringan. Selain itu penunggalan data dari pusat juga terkadang menjadi kendala.

” Kalau datanya belum tunggal, tidak akan bisa dicetak KTP nya, sehingga memakan waktu lebih lama,” terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here