Ilustrasi

Laporan : Dhani/Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Terkait laporan Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara DPD Jawa Barat, perihal dugaan kasus uang gesek agen 5000. Kejaksaan Negeri Cianjur sudah memeriksa sembilan orang untuk dimintai keterangan.

Adapun yang dipanggil Kejari Cianjur, adalah suplaier, tujuh agen e-warung dan TKSK. Bahkan pihak BRI Cabang Cianjur pun telah memberikan kesaksian di hadapan penyidik Kejari Cianjur. Karena merasa heran adanya pemberitaan uang gesek 5000 tersebut dan setelah turun kelapangan pun pihak BRI menyatakan tidak menemukan ada penyimpangan berupa uang gesek tersebut.

Kepada wartawan, Kepala Seksi Inteljen (Kasi Intel) Kejari Cianjur, Rohmadi membenarkan pihaknya sudah memeriksa dan juga sudah menyimpulkan sementara berdasarkan saksi dan bukti.

“ Sudah kita mintai keterangan sejujurnya tanpa ada yang ditutupi semuanya, akhirnya berdasarkan bukti, saksi dan kajian yang telah kita lakukan sudah ada kesimpulan sementara,” kata Rohmadi pada wartawan, Jumat (19/02), kemarin.

Sebelumnya juga memang pernah ada pengumpulan agen e-warung, oleh salah satu agen. Namun saat pertemuan sedang berjalan datanglah LSM meminta para agen e-Warung untuk mengakui adanya uang gesek.

Dalam kasus uang gesek 5000 tersebut juga diduga ada persaingan bisnis antar suplaier, sehingga mereka saling menjatuhkan. Parahnya lagi, ada sejumlah agen e-warung yang diarahkan supaya mandiri dan lepas dari suplaier yang sudah ada dan dijanjikan keuntungan yang lebih. Apabila tidak menuruti kemauan LSM tersebut, diancam akan dilaporkan ke aparat penegak hukum.

Menurut keterangan suplaier, ungkap Rohmadi, tidak pernah meminta uang gesek, apalagi sampai tercantum dalam secarik kertas. Begitu pula dengan para agen e-warung dan pihak BRI yang sudah dimintai keterangan, menyatakan merasa heran darimana datangnya secarik kertas yang menyatakan adanya rincian uang gesek tersebut.

“ Bukan hanya berdasarkan saksi dan bukti, memang sementara ini tidak ada uang gesek dan yang dimaksud pihak BRI pun sebelumnya telah mengeluarkan surat imbauan, bahwa untuk program bansos ini tidak boleh dipungut biaya sepeserpun” ungkapnya

Terakhir Rohmadi menyatakan, dalam kasus ini sementara disimpulkan ada persaingan bisnis yang melibatkan LSM tertentu.

“ Sudah jelas dan kami juga ada bukti serta saksi,” tandasnya, seperti yang dikutip dari media online Ayo Bandung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here