Laporan : Sandi/Danni

Cianjur, metropuncaknews.com – Ramai beredar di media sosial dan media-media cetak serta online terkait gizi buruk di Kabupaten Cianjur. Sehubungan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Cianjur angkat bicara.

Kadinsos Kabupaten Cianjur, Ahmad Mutawali mengatakan, terkait dengan gizi buruk yang ada di Kecamatan Agrabinta dan Ciranjang Kabupaten Cianjur, beberapa hari sempat viral. Tugas pihaknya selaku Dinas Sosial melakukan verifikasi dan fasilitasi terkait dengan upaya-upaya dalam rangka perlindungan sosial.

” Apa yang kita laksanakan, nanti kita verifikasi. Apakah orang itu termasuk masyarakat yang masuk di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dulunya disebut Basis Data Terpadu (BDT) atau tidak. Maksudnya termasuk dalam data kemiskinan dan kalaupun tidak, akan kita upayakan supaya masuk di DTKS,” kata Mutawali, Selasa (08/06/2021).

Mutawali menjelaskan, bagaimana cara masuk DTKS, mereka nanti kita daftarkan di Puskesmas pusat kesejahteraan sosial (Puskesos) desa, melalui aplikasi SIKS-NG, kalau belum masuk di DTKS. Kalau sudah masuk di DTKS, apakah bansos perlindungan sosialnya sudah dapat atau belum.

” Kalau sudah dapat ya alhamdulillah. Dan kalaupun belum, nanti akan kita dorong agar DTKSnya masuk di Kemensos supaya dapat bantuan PKH maupun BPNT,” jelasnya.

Disinggung mengenai adanya gizi buruk di Kabupaten Cianjur, Mutawali, menjawab, sejak viral kemarin langsung kita upayakan dan mengeceknya langsung.

” Nah, kesulitan kita adalah mereka belum ada E-KTP dan KKnya. Jadi sekali lagi terkait dengan bansos itu harus lengkap administrasinya. Yang harus kita upayakan dia harus punya dulu data dasar adminduk. Artinya NIK E-KTP dan KKnya harus ada, baru kita upload di SIKS-NG dan nanti bansos lainnya akan kita dorong,” jawabnya.

” Intinya kita mendorong untuk perlindungan sosialnya dan kita upayakan supaya pemenuhan kebutuhan dasarnya terpenuhi,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here