Audensi Bravo Komando dengan pihak Kelurahan Sayang

Laporan : Shandi/Ramdani

Cianjur, metropuncaknews.com – Masyarakat Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, menyayangkan ulah salah satu oknum Aparatur Sipil Negara (ASN), yang memanfaatkan jabatannya.

Konon katanya, ulah oknum ASN tersebut memang sudah berlangsung lama. Yakni selama berdinas di Kelurahan Sayang. Selain itu, berbagai laporan pun telah diterima oleh Lurah Sayang.

Satu diantaranya, polemik yang dikeluhkan oleh masyarakat adalah ulah ASN yang bermain di kelengkapan administrasi kependudukan. Seperti pembuatan KK, e-ktp, buku nikah dan lain sebagainya.

Ditemui saat melakukan audien, Selasa (5/3), di aula Kelurahan Sayang, antara pemerintah Kelurahan Sayang dan Media Center Bravo Komando, Lurah Sayang Syahdan Firmansyah mengatakan, ketika menerima laporan dari masyarakat baik lisan maupun tulisan, pihak kecamatan sendiri langsung menindak lanjutinya.

” Warga yang melapor ke Kelurahan itu banyak, dengan berbagai perkara yang dikerjakan oleh Kasi Trantib Saptaji ‘oknum ASN’ itu. Nah, menyikapi hal tersebut, demi menjaga nama baik Kelurahan Sayang ini, kami pun segera mengambil sikap. Artinya segera mengklarifikasi dan memberikan teguran baik secara lisan maupun tulisan, bahkan hingga melaporkannya oknum itu ke pihak kecamatan,” kata Lurah Sayang.

Pada saat audien tersebut, Syahdan juga mengatakan, oknum kasi Trantib Kelurahan tersebut, sering melakukan urusan pelayanan masyarakat diluar kantor Kelurahan.

” Ya, tidak menutup kemungkinan, mungkin diluar sana juga ada oknum-oknum ASN lainnya yang nyambil untuk mendapatkan penghasilan lebih. Intinya yang melakukan tidak hanya Saptaji saja, tetapi masih ada juga pelaku-pelaku ASN yang lain, mencari tambahan dengan memanfaatkan jabatannya,” tandasnya.

Syahdan berharap, dengan adanya control sosial oleh awak media seperti ini, bisa mengingatkan untuk menindak lanjutinya, dan untuk kedepannya tidak ada lagi kejadian serupa dalam melayani masyarakat,” harapnya.

Masih dikegiatan audien, Sekretaris Lurah (Seklur) Wendi Mulyadi menambahkan, audien ini merupakan bukti kepedulian para awak media kepada pemerintahan.

” Saya menyarankan, mumpung pelakunya (Kasi Trantib Saptaji/oknum ASN), masih ada disini, silahkan tanya bagaimana penyelesaiannya,” tambahnya.

Lanjut Wendi, pihaknya mengharapkan dengan adanya audien seperti ini bisa menjadi cambuk bagi kita serta ASN-ASN yang lainnya.

Sementara ditemui seusai audien Kasi Trantib Saptaji Kelurahan Sayang, ketika disinggung bagaimana menyelesaikan semua permasalahan yang telah dilakukannya, dirinya menjawab akan berkoordinasi dengan pihak Kelurahan.

” Untuk pelayanan masyarakat, kedepannya saya akan berkoordinasi dengan pimpinan dan para staf yang bertugas di Kelurahan Sayang ini, begitu pun dengan masyarakat yang telah saya rugikan, akan saya selesaikan baik secara pribadi maupun secara instansi,” jawab oknum ASN tersebut.

Dapat disimpulkan, dengan hasil audien seperti itu memang benar ada sedikit titik penyelesaian. Namun dalam menyelesaikan suatu permasalahan, si pelaku tidak hanya cukup dengan meminta maaf kepada Lurah, staf Kelurahan dan masyarakat saja, melainkan harus dengan perbaikan sikap (introspeksi diri), dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Selain itu juga kepada pihak Kelurahan Sayang, diharapkan lebih tegas lagi, terhadap adanya penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh oknum ASN diwilayahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here