Kapolsek Naringgul, Iptu MardiSumardi, SH

Laporan : Sandi

Cianjur, metropuncaknews.com – Kapolsek Naringgul Iptu Mardi Sumardi, S.H, mengaku geram dengan adanya terror lewat telepone pada sejumlah kepala desa dan pihak lain yang meminta uang puluhan juta rupiah.

Parahnya lagi, si pelaku terror pada korban mengatakan, jika dia (pelaku teror) adalah Kapolsek yang baru satu bulan menjabat di wilayah hukum Polsek Naringgul.

Terkait teror tersebut, Kapolsek Naringgul Iptu Mardi Sumardi angkat bicara. Mardi menegaskan, pihaknya akan mengusut tuntas kasus tersebut dan akan menindak tegas pelaku teros yang telah mencatut dirinya.

” Ya, tentunya dengan adanya kejadian ini, akan ditindak lanjuti, serta akan kami usut tuntas pelakunya. Sebab sudah mencemarkan nama baik saya. Padahal menjabat disini pun baru satu bulan, tapi koq sudah ada yang memanfaatkan jabatan saya sebagai Kapolsek Naringgul ini,” kata Mardi.

Selanjutnya Mardi mengimbau pada para kepala desa, juga masyarakat Naringgul umumnya agar waspada. Terutama jika menerima telepone yang mengatasnamakan dari Polsek Naringgul, agar jangan mudah percaya.

” Sebaiknya kroscek dulu atau lebih baik datang langsung ke kantor supaya lebih jelas, jangan mudah percaya. Karena saat ini, pelaku kejahatan melakukan aksinya dengan segala macam cara untuk mendapatkan keuntungan. Salah satunya, ya itu tadi menjual nama saya, untuk melancarkan aksinya,” jelas Mardi.

Lebih lanjut Mardi menjelaskan, perkenalan dengan para kepala desa saja baru dan nomor teleponnya juga belum punya. Maka dengan adanya kejadian seperti jelas, Mardi merasa sangat dirugikan.

” Perkenalan dengan para kepala desa kan baru, terus nomor teleponnya juga belum punya. Nah, maka dari itu saya merasa heran mendengar keterangan (laporan) dari beberapa kepala desa, yang mengatakan ada terror melalui telepone yang meminta uang puluhan juta dengan alasan uang koordinasi,” ujarnya.

Terakhir, selaku penegak hukum Iptu Mardi Sumarsi, S.H menrgaskan, apabila pihaknya ada kegiatan. “ tentu tidak akan memberatkan para kepala desa atau masyarakat lainnya,” pungkasnya.

Ditempat terpisah, awak media bertemu dengan Kepala Desa Wangunsari, Sapaat Suanda. Dirinya membenarkan adanya terror telepone terhadap sejumlah kepala desa, termasuk dirinya yang mengatasnamakan Kapolsek Naringgul yang baru dan meminta sejumlah uang untuk biaya kordinasi.

” Saya menerima terror telepone pada hari Kamis (13/6) kemarin sekira pukul 13.00 WIB. Kronologisnya, sepulangnya dari kantor desa ada yang menelepon dengan mengatasnamakan Kapolsek Naringgul,” katanya.

Lanjutnya, awalnya ia percaya. Namun setelah mendengar perkataannya gak jelas dan tidak masuk akal,maka ia pun jadi ragu.

” Pelaku sempat membuat saya yakin (percaya), tapi argumennya gak jelas saya jadi ragu dan alhamdulillah gak kena tipu. Adanya kejadian itu, saya pun seger melaporkannya ke Kapolsek Naringgul,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here